Ratusan Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural Dideportasi dari Malaysia, Ada Warga Lingga dan Batam

Ratusan Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural Dideportasi dari Malaysia, Ada Warga Lingga dan Batam

Kantor BP2MI Kepulauan Riau di Tanjungpinang. (Dok. BP2MI)

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Sebanyak 105 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, pada Kamis siang. Dengan pengawalan ketat, mereka mendarat sekitar pukul 13.30 WIB.

Rombongan PMI ini terdiri dari 64 laki-laki, 40 perempuan, dan satu bayi. Para pekerja ini dipulangkan dari tahanan di Pekan Nanas, Malaysia, dan akan dibawa ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang untuk pendataan lebih lanjut.

“Setelah ini, mereka akan kita bawa ke RPTC Tanjungpinang,” ungkap Sagala, Pengantar Kerja Ahli Madia dari BP3MI Kepri di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. 

Baca juga: Masih Hangat Kampanye Pilkada: Prediksi BMKG Cuaca di Tanjungpinang 13 November 2024

Ia juga menyebut bahwa dua di antara para PMI berasal dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya dari Lingga dan Batam, sementara yang lain dari luar Kepri.

“Dua orang laki-laki dari Lingga dan Batam,” ujar Sagala.

Sebagian besar PMI ini ditangkap oleh pihak berwenang Malaysia karena bekerja tanpa dokumen lengkap, seperti visa atau izin kerja. Menurut Sagala, beberapa PMI tidak memperpanjang visa dan bekerja di Malaysia tanpa dokumen resmi.

“Mereka bekerja tanpa dokumen yang lengkap. Ada yang di rumah makan, konstruksi bangunan, sampai perkebunan,” tambahnya.

Setibanya di Tanjungpinang, para PMI akan didata di RPTC Kemensos sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Baca juga: KPU Kota Tanjungpinang Kekurangan Surat Suara, Ajukan Penambahan ke KPU Provinsi Kepri

Marli, salah satu PMI yang dideportasi, mengaku sudah dua tahun bekerja di sebuah kedai makan di Malaysia dengan gaji 1.820 ringgit per bulan. 

“Niatnya mencari uang, tapi karena dokumen tidak lengkap, saya kena razia polisi,” ujarnya. Marli kini akan dipulangkan ke kampung halamannya di Bengkulu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :