Debat Pilgub Kepri: Siapa yang Unggul Soal Strategi Atasi Pengangguran dan Ketimpangan Ekonomi
Debat 2024 Calon nomor urut 2 Pilkada Gubenur Kepulauan Riau.
Batam, Batamnews – Dalam debat terbuka pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar di Hotel Radisson, Batam, pasangan calon (paslon) ditantang untuk memaparkan strategi mereka dalam mengatasi masalah pengangguran.
Hal ini disoroti karena adanya ketimpangan ekonomi di berbagai kabupaten dan kota di Kepri. Calon wakil gubernur nomor urut 02, Aunur Rafiq, memulai dengan mempertanyakan upaya paslon lain dalam memberantas pengangguran yang masih menjadi isu krusial di Kepri.
Menanggapi pertanyaan tersebut, calon wakil gubernur nomor urut 01, Nyanyang Harris Pratamura, menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pendidikan vokasi untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat.
Baca juga: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Nyaris Tak Saling Memanggil Nama Sepanjang Debat
Ia juga berencana menambahkan kurikulum kewirausahaan di sekolah-sekolah. “Tidak kalah penting adalah membangkitkan balai latihan kerja yang disesuaikan dengan potensi daerah,” ujar Nyanyang.
Ansar, calon gubernur nomor urut 01, menambahkan bahwa angka pengangguran di Kepri telah mengalami penurunan sejak 2021, dari 10,12 persen menjadi 6,9 persen pada 2023.
Meski demikian, ia mengakui bahwa angka pengangguran di Batam masih cukup tinggi, yakni di atas 8 persen, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pengangguran di Kepri.
Menurut Ansar, investasi lokal perlu dikembangkan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
"Investasi yang masuk tentunya akan membutuhkan tenaga kerja," katanya.
Namun, ia menyayangkan kondisi balai latihan kerja yang belum sepenuhnya siap menyerap tenaga kerja lokal dengan kompetensi yang sesuai. Ia berencana untuk meningkatkan kompetensi pelatihan yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Kepri.
Namun, Aunur Rafiq memberikan pandangannya bahwa sekolah-sekolah, terutama di daerah seperti Karimun, masih membutuhkan perbaikan infrastruktur.
Baca juga: Debat Panas Calon Gubernur Kepri Rudi dengan Ansar Ahmad Soal Permasalahan PSN Rempang Eco City
“Banyak sekolah yang masih mengajukan bantuan untuk peremajaan fasilitas,” jelas Aunur. Ia juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang lebih besar untuk pelatihan tenaga kerja.
Rafiq juga menyoroti bahwa tingginya angka pengangguran di Batam dipengaruhi oleh migrasi penduduk yang datang untuk mencari pekerjaan di kota industri ini.
“Namun, saya sepakat bahwa ini adalah tantangan yang harus kita perbaiki demi Kepri yang lebih baik,” ujarnya menutup pernyataan.

Komentar Via Facebook :