Nakhoda Pertanyakan Alasan KLHK Tahan Dokumen Keimigrasian ABK Kapal MT Arman 114

Nakhoda Pertanyakan Alasan KLHK Tahan Dokumen Keimigrasian ABK Kapal MT Arman 114

Nakhoda MT Arman 114, Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Kapten (Nakhoda) kapal MT Arman 114 mempertanyakan alasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menahan dokumen Keimigrasian para kru kapal selama 11 bulan pada kasus pembuangan limbah berbahaya dan beracun (B3) yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Kapten kapal, Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba (MMAMH) yang merupakan terdakwa dalam perkara ini didampingi oleh penerjemahnya angkat bicara usai persidangan ditunda oleh majelis hakim, Kamis 16 Mei 2024.

"Saya sebagai kapten mempertanyakan apa alasan KLHK menahan pasport para kru? Kru saya sudah di Indonesia selama 11 bulan dan mentalnya sudah mulai down. Karena sudah mulai depresi akhirnya saya berusaha membalas dendam atas perlakuan KLHK ini dengan membuat sebuah polusi lagi," ujarnya melalui penerjemah.

Kata dia, selama 11 bulan kapal MT Arman 114 berada di Indonesia dirinya yang bertanggungjawab secara penuh terhadap kapal (Barang bukti) dan para kru di atas kapal. Akan tetapi, lanjut dia, ketika ia meminta perlindungan para kru kapal dan meminta seluruh kru kapal ini dideportasi ke negara asalnya tidak diizinkan oleh KLHK.

Baca juga: Sidang Tuntutan Kasus Pembuangan Limbah B3 Kapal MT Arman 114 Ditunda Hingga 27 Mei

"Sepengetahuan saya dari penasehat hukum bahwa paspor itu bagian dari barang bukti, tetapi mengapa paspor tersebut pada saat persidangan tidak ditampilkan sebagai barang bukti malah dipegang oleh KLHK? Kenapa? Jadi sekarang ini para kru kapal saya tidak bisa dipulangkan ke negara asal karena paspornya itu masih dipegang oleh KLHK," jelasnya.

Justru, kata dia, pihak KLHK malah memberikan izin kepada 6 orang kru kapal asal Iran untuk naik ke atas kapal MT Arman 114 tanpa permisi atau izin kepada dirinya selaku kapten kapal yang bertanggungjawab secara penuh dalam perkara ini.

"Siapa yang berwenang memberikan izin kepada 6 orang kru kapal asal Iran ini tanpa permisi dari saya? Siapa yang bertanggungjawab terhadap kapal tersebut? Saya atau KLHK? Sekarang saya memohon kepada pihak yang berwenang untuk bekerjasama dengan saya untuk menjaga kapal ini," tegasnya.

Baca juga: Soleman B Ponto Nilai Ada 10 Pelanggaran dalam Penurunan Awak Kapal MT Arman 114

Ketika ditanya perihal alasan KLHK menahan dokumen Keimigrasian para kru kapal tersebut, MMAMH mengaku tidak mengetahui alasan penahanan paspor ini. "Sebaiknya anda tanyakan langsung kepada KLHK," ungkapnya.

Sementara ketika disinggung terkait kapal dan barang bukti minyak yang ada di lambung kapal, ia juga lantas tak bisa memberikan komentar.

"Saya tidak bisa berkomentar. Secara resmi saya sampaikan bahwasanya saya sebagai kapten dari kapal dan sekaligus pemilik dari muatan dan kapal tersebut. Hal ini berdasarkan Undang-undang Pelayaran Internasional dan Undangan-undangan Kelautan di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, MMAMH membenarkan bahwa dirinya selaku kapten kapal yang memerintahkan semua kru kapal untuk turun ke darat melalui Bakamla.

Baca juga: 21 WNA Kru MT Arman Bakal di Deportasi Usai Putusan Sidang di PN Batam

"Iya benar, saya yang memerintahkan semua kru kapal untuk turun dan saya sendiri yang meminta/mengajukan permohonan kepada Bakamla dan Bakamla sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Bakamla juga membantu saya mengontrol situasi para kru kapal dengan baik. Dalam hal ini Bakamla sudah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur," ucapnya.

Sedangkan terkait 13 kru kapal lokal yang saat ini berada di atas kapal MT Arman 114, MMAMH juga membenarkan bahwa itu dilakukan olehnya.

"Iya benar, saya memasukan 13 orang kru kapal lokal yang profesional dan sudah memiliki sertifikat ke atas kapal MT Arman 114. Hal ini juga sudah saya beritahukan dan sudah juga mendapatkan izin dari pihak KSOP atau Imigrasi atau pihak terkait," bebernya.

"Mereka semua kru kapal lokal. Tugas mereka itu untuk melakukan pemeliharaan kapal, merawat kapal dan menjaga kapal agar tidak terjadi masalah di atas kapal seperti melakukan perawatan mesin dan sebagainya," lanjutnya.

"Saya memiliki semua sertifikat khususnya untuk jabatan saya ini," tutupnya.

(CR2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews