Sidang Tuntutan Kasus Pembuangan Limbah B3 Kapal MT Arman 114 Ditunda Hingga 27 Mei

Sidang Tuntutan Kasus Pembuangan Limbah B3 Kapal MT Arman 114 Ditunda Hingga 27 Mei

Suana sidang tuntutan terkait perkara MT Arman 114 di PN Batam harus tertunda. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Sidang tuntutan kasus pembuangan limbah berbahaya dan beracun (B3) oleh kapal MT Arman 114 yang seharusnya berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Batam, terpaksa ditunda. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Marthyn Luther, meminta penundaan ke majelis hakim karena belum siap dengan materi tuntutan.

Permohonan ini disampaikan Marthyn dalam sidang yang digelar di ruang Prof. Soebakti, pada Kamis, 16 Mei 2024. "Mohon izin majelis, kami minta sidang tuntutan ditunda hingga hari Senin 27 Mei 2024 karena kami belum siap membuat tuntutan majelis," ujar Marthyn.

Menanggapi permintaan dari Jaksa, Ketua majelis hakim, Sapri Tarigan bersama hakim anggota, Setyaningsih dan Douglas R.P. Napitupulu, meminta pendapat dari penasehat hukum terdakwa. 

Baca juga: Polemik Penurunan Awak Kapal MT Arman 114 di Batam, Aktivis Kemaritiman Indonesia Tuntutan Tindakan Cepat KPLP

Penasehat hukum terdakwa, Daniel, tidak hanya menanggapi tetapi juga mengusulkan agar sidang dipercepat ke tanggal 21 Mei 2024. "Mohon izin yang mulia, kami minta sidang dipercepat untuk tanggal 21 Mei 2024 karena ada sidang lain ditanggal tersebut," kata Daniel.

Pada pertanyaan majelis hakim apakah Jaksa dapat memenuhi permintaan untuk mempercepat sidang, Marthyn Luther menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih untuk tetap pada tanggal 27 Mei 2024. "Kami memohon untuk tetap pada tanggal 27 Mei, Yang Mulia," tegas Marthyn.

Setelah melalui diskusi, majelis hakim memutuskan untuk menyetujui permintaan Jaksa. 

Baca juga: 21 WNA Kru MT Arman Bakal di Deportasi Usai Putusan Sidang di PN Batam

"Kita sepakat bahwa sidang perkara Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kapal MT Arman 114 ditunda hingga tanggal 27 Mei dengan agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum," pungkas Sapri Tarigan, mengakhiri sidang tersebut.

Sidang ini mendapat perhatian khusus mengingat kasus yang dihadapi berkaitan dengan isu lingkungan yang sensitif, khususnya pembuangan limbah B3 di perairan Natuna yang berpotensi merusak ekosistem maritim.

(CR2)
 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews