Pj Bupati Sorong Ditangkap KPK Buat Fakta Integritas Dukung Ganjar Presiden, Ditandatangani Kabinda 

Pj Bupati Sorong Ditangkap KPK Buat Fakta Integritas Dukung Ganjar Presiden, Ditandatangani Kabinda 

Ketua KPK Firli Bahuri saat menyampaikan Konfrensi Pers OTT Pj. Bupati Sorong.

Jakarta, Batamnews - Sebuah dokumen kontroversial yang diduga merupakan pakta integritas yang berisi komitmen untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden pada Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres) telah beredar di dunia maya. 

Dikutip dari TVOne Dokumen tersebut menandatangani dua pejabat, yaitu Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Barat, Brigjen TNI Tahan Sopian Parulian (TSP) Silaban, dan Pejabat Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso.

Dalam dokumen tersebut, terdapat lima poin komitmen yang diduga dibuat oleh Yan Piet dan ditandatangani oleh Kabinda Papua Barat. Poin pertama menegaskan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Pusat di Wilayah Kabupaten Sorong. 

Baca juga: Politisi PDI Perjuangan Terseret Kasus Korupsi SYL, Rumah Ketua Komisi IV DPR RI Diperiksa

Poin kedua berisi komitmen untuk tidak terlibat dalam tindak pidana KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), sementara poin ketiga menegaskan penolakan terhadap kegiatan separatisme dan aktivitas pergerakan Papua Merdeka di wilayah Sorong.

Namun, poin keempat menjadi sorotan utama, dimana Yan Piet berkomitmen untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden pada Pilpres 2024 dengan angka kemenangan minimal sebesar 60% + 1. Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa Yan Piet siap mencari dukungan dan memberikan kontribusi suara minimal sebesar 60% + 1 untuk kemenangan Ganjar Pranowo di Kabupaten Sorong.

Poin kelima menegaskan komitmen untuk menjaga kerahasiaan dokumen tersebut sepenuhnya. Kabar beredar bahwa pakta integritas ini menjadi salah satu dokumen yang ditemukan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Pj Bupati Sorong pada Senin, 13 November 2023.

Baca juga: Peternak Sapi di Bintan Terlibat Korupsi Dana Desa, Rugikan Negara Ratusan Juta

Sebelumnya, Pj. Bupati Sorong, Yan Piet Moso, bersama dua pejabat Kabupaten Sorong dan dua pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Papua Barat Daya, digelandang ke Gedung Merah Putih, KPK, di kawasan Kuningan, Setia Budi, Jakarta Selatan pada pukul 20.06 WIB.

Peristiwa ini menciptakan gelombang kontroversi dan memunculkan pertanyaan tentang keterlibatan pejabat dalam upaya memengaruhi hasil Pilpres 2024. 

KPK kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran etika dan hukum yang terkait dengan pakta integritas tersebut.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews