Tragedi Bus MPM Masuk Jurang Sitinjau Lauik Padang, 13 Penumpang Selamat Sudah Keluar dari Rumah Sakit
Kondisi terakhir bus MPM yang terjun masuk jurang Sitinjau Lauik, Padang, Senin (17/7/2023) (internet)
Padang, Batamnews - Sebuah kejadian tragis terjadi ketika Bus Mutiara Putra Mulia (MPM) masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter di kawasan Sitinjau Lauik Kota Padang pada Minggu (16/7/2023) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Namun, berita baik datang bahwa semua 13 penumpang yang berada di dalam bus berhasil selamat.
Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Lija Nesmon, mengungkapkan bahwa seluruh penumpang telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang untuk mendapatkan perawatan. Beruntung, mereka hanya mengalami luka ringan.
Baca juga: Kasus Palembang: Suami Aniaya Istri karena Kesal Tidak Diberi Uang untuk Beli Sabu
Kejadian tersebut terjadi saat Bus MPM membawa 13 penumpang dalam perjalanan dari Solok menuju Kota Padang dengan kecepatan tinggi. Menurut saksi-saksi, bus tersebut melaju dengan kecepatan yang tidak terkendali.
Sopir bus berusaha mengendalikan laju bus, namun rem tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, sopir memutuskan untuk membanting stir bus ke arah kanan, yang menyebabkan bus keluar jalan dan terjun ke dalam jurang dengan ketinggian 10 meter.
Meskipun bus terbalik dengan kondisi roda ke atas akibat kecepatan yang tinggi, keajaiban terjadi saat seluruh penumpang berhasil selamat.
Baca juga: Heboh Seragam Sekolah, Kadisdik Pekanbaru: Tidak Ada Kewajiban Beli Seragam di Sekolah
Saksi segera memberitahu pihak berwenang dan memberikan pertolongan kepada para penumpang.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan, dan barang-barang milik penumpang masih dalam proses penanganan. Pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian juga dilakukan untuk menjaga keamanan.
Saat ini sopir Bus MPM dengan nomor polisi BA 7044 QU ada dua orang, yakni Hendra Fianto (42) dan Sahril (45) sedang dimintai keterangan polisi.
Baca juga: Kepala Dishub Pekanbaru Ingatkan Jukir Berikan Karcis: Sanksi Menunggu Bagi yang Melanggar
Sementara itu, 13 korban yang terdiri dari tujuh lelaki, lima perempuan, serta balita dan anak-anak telah kembali pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Komentar Via Facebook :