Bupati Anambas dan Sekda Anambas Menghilang Usai Kecelakaan, Polisi: Kami Tidak Berani Menduga

Bupati Anambas dan Sekda Anambas Menghilang Usai Kecelakaan, Polisi: Kami Tidak Berani Menduga

Bupati Anambas Abdul Harris (Foto: Ist)

Batam, Batamnews - Bupati dan Sekda Kabupaten Kepulauan Anambas diduga terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa pekan lalu, 9 Mei 2023 sekitar pukul 22.30 WIB. Keduanya dikabarkan jadi penumpang di mobil Fortuner berpelat hitam nomor BP 1 S yang menabrak dua pengendara motor, Fajjaron Afta Maulana (20) dan Fitri Ramadani (18).

Kedua korban terpaksa dioperasi setelah mengalami luka parah di bagian perut dan kepala. Salah seorang korban terpaksa kehilangan ususnya dan berikut limpa.

Menurut keterangan Firman (28), kerabat korban, mobil tersebut merupakan milik Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas. 

Ia juga merasa heran, pelat kendaraan tersebut berubah menjadi merah saat tiba di rumah sakit.

Ia nyaris saja tertipu. Awalnya sopir mobil mengaku kendaraan itu adalah mobil rental. “Sopir semula mengaku itu mobil rental,” ujar Firman kepada Batamnews.co.id.

Kasus ini sempat meredup dan tidak tersentuh oleh publik, namun korban akhirnya buka suara dan membocorkan informasi tentang para pihak yang terlibat dalam insiden tragis tersebut.

Sahtiar, Sekda Anambas, tidak merespon permintaan konfirmasi atau wawancara dari batamnews.co.id, baik melalui telepon maupun WhatsApp.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Sahtiar membalas konfirmasi Batamnews.co.id. Sekretaris Daerah Anambas Sahtiar menyatakan kalau dirinya tidak berada di dalam mobil itu. 

"Saye tak bisa menjawab pertanyaan bapak, karena yang bapak maksud bukan mobil saya, dan yang bawa mobil juga bukan sopir saya pak," ujar Sahtiar kepada Batamnews, Jumat malam, 19 Mei 2023. 

Menurutnya, mobil sekda tidak ada mengalami kecelakaan. "Mobil dinas sekda baik-baik saja pak, mobil sekda BP 6 S bapak, jadi saye sulit untuk menjawab pertanyaan bapak karena saya tidak ada saat kejadian kecelakaan bapak, kami juga lagi menunggu informasi yang sebenarnya terjadi..," ujar Sahtiar.

Firman menambahkan bahwa beberapa saksi melihat ada empat orang dalam mobil tersebut saat kecelakaan terjadi.

Marlon Sinaga, yang diduga sebagai sopir, dan tiga penumpang lainnya yang diperkirakan adalah Bupati Anambas Abdul Harris, Sekda Anambas Sahtiar, dan Fajri Fahmi, Protokoler Bupati Anambas.

Korban Fajjaron mengalami patah tangan dan retak pinggul, serta harus menjalani operasi untuk mengangkat organ-organ vitalnya yang rusak akibat benturan keras. Sementara itu, Fitri mengalami gegar otak.

Muhammad Afif, ayah dari Fajjaron, menuturkan bahwa pelaku dan rekannya, Fajri Fahmi, mencoba untuk melarikan diri dari tanggung jawabnya dan meninggalkan rumah sakit tanpa menunggu orangtua korban.

Kontak yang ditinggalkan oleh pelaku pun tidak dapat dihubungi dalam beberapa hari setelah kejadian.

Ipda Viktor Hutahean, Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polresta Barelang, mengkonfirmasi bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Pelaku, Marlon Sinaga, sudah diperiksa dan ditahan di Polresta Barelang. Kendaraan yang digunakan, sebuah Fortuner berpelat merah, juga ditahan. Mengenai penumpang di mobil tersebut yang diduga adalah Bupati Anambas dan Sekda Anambas, polisi enggan memberikan keterangan.

"Kami belum tahu dan tidak berani mengira-ngira. Nanti kami bilang ternyata salah orang," kata Viktor ketika ditanya tentang identitas penumpang lain di mobil tersebut.

Dalam kasus ini, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk keterlibatan pejabat daerah dalam insiden tersebut dan tindakan mereka setelah kecelakaan. Publik menantikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews