SPAM Batam Ngadat Berhari-hari, Warga Perumahan Bukit Raya Terpaksa Tampung Air Hujan

SPAM Batam Ngadat Berhari-hari, Warga Perumahan Bukit Raya Terpaksa Tampung Air Hujan

Warga Perumahan Bukit Raya, Batam Kota menampung air hujan di saat mati air berkepanjangan. (Foto: ist/batamnews)

Batam, Batamnews - Hujan deras yang mengguyur Kota Batam, Kepulauan Riau dimanfaatkan warga untuk menampung air, di tengah kondisi matinya aliran  air dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam pada sejumlah wilayah.

Seperti warga Perumahan Bukit Raya, Batam Kota. Mereka terpaksa harus menampung air hujan karena air dari SPAM Batam bahkan tidak mengalir sejak Jumat (20/1/2023) lalu. 

Salah seorang warga perumahan Bukit Raya, Eka mengatakan sudah sejak pagi ia menampung air hujan. Ia memanfaatkan wadah seadanya untuk menampung air hujan agar dapat mengisi bak mandinya yang sudah kosong berhari-hari. 

“Terpaksalah tampung air hujan,” ujarnya. 

Baca: Batam Sambut Tahun 'Kelinci Air' dengan Mati Air, Warga Mengungsi

Untuk menampung air hujan ini, Eka mengaku bahwa hal itu tidak mudah karena mereka tidak menyiapkan pipa paralon yang dapat menampung air dari atap rumah. 

“Saya jadi ingat dulu pas awal-awal tahun 2000an, harus tampung air hujan, sekarang kok kejadian lagi, Batam bukannya maju malah mundur,” kata ibu rumah tangga tersebut. 

Walaupun begitu, ia mengaku cukup senang karena hari ini hujan turun. Karena kalau tidak begitu, ia terpaksa harus membeli air isi ulang dalam kemasan galon untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Kalau beli galon, habis uang 100 ribu untuk kebutuhan sehari saja,” katanya. 

Baca: Warga Perumahan di Batam Terpaksa Beli Air Galon untuk Mandi dan Mencuci

Ia menyebutkan perumahan Bukit Raya Batam Center memiliki 500 unit rumah. Setiap rumah sudah menampung air hujan sejak pagi tadi. 

"Tolonglah kepada SPAM Batam, BP Batam atau siapapun yang berwenang, tolong jangan buat air tidak mengalir begini, saya jadi susah, air untuk mandi anak tidak ada,” kata dia. 

Selain di Perumahan Bukit Raya, langkah menampung air hujan juga dilakukan oleh warga lainnya seperti di Perumahan Botania, Arira Garden, Kharisma Residence, maupun permukiman lainnya yang terdampak ngadatnya air bersih.

Sebelumnya, BP Batam merespons terkait gangguan aliran air bersih di beberapa daerah dan menjamin aliran air ke wilayah yang terdampak akan kembali normal secara bertahap.
 
Sebelumnya, suplai air bersih mengalami hambatan akibat pekerjaan perbaikan Variable Speed Drive (VSD) pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang.

Baca: BP Batam Pastikan Air Kembali Mengalir Secara Bertahap

 
Pekerjaan ini telah rampung dilaksanakan pada Minggu (22/1/2023) malam, pukul 21.30 WIB.
 
Adapun wilayah yang terdampak antara lain, Perumahan Rexvin, Perumahan Pinang Raya, Perumahan Citra Mas, Cendana Alam Raya, area Bandara Hang Nadim, Garden Raya, Bukit Palem, Taman Raya Tahap 3, Perumahan Botania 1 dan 2, Perumahan Marbella, Perumahan Buana Vista, Bukit Raya, Dotamana, Sugiraya, Perumahan Cikitsu, Pesona Asri, Bida Asri 2, Punggur, Kabil, dan sekitarnya.

(ret)
Komentar Via Facebook :