Deputi Kemenpan-RB Lirik Inovasi `Pantau Si Cantik Mami` Pemkab Karimun

Deputi Kemenpan-RB Lirik Inovasi `Pantau Si Cantik Mami` Pemkab Karimun

Bupati Rafiq memaparkan trobosan untuk peningkatan pelayan publik dihadapan Menpan-RB.

Karimun, Batamnews - Inovasi dan terobosan yang dilakukan Bupati Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Aunur Rafiq mendapat perhatian dari Deputi Kemenpan-RB, Diah Natalisa saat Presentasi Kepala Daerah Innovative Goverment Award 2022.

Dalam pemaparannya, Bupati Rafiq juga dilengkapi dengan video profil dalam membuat terobosan untuk peningkatan pelayanan publik.

Salah satunya yang menjadi perhatian adalah pelayanan dengan nama 'Pantau Si Cantik Mami' yaitu perizinan antar jemput aplikasi cerdas layana perizinan terpadu untuk publik dimasa pandemi.

Inovasi Pantau Si Cantik Mami itu, merupakan terobosan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Karimun.

"Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan, khususnya berbagai terobosan untuk meningkatkan pelayanan. Ada satu yang paling menarik, dimana saya melihat dari permasalahan yang ada di Karimun, yaitu tentang Pantau Si Cantik Mami," ujar Diah, Rabu (23/11/2022).

Sehingga, Diah yang sangat tertarik dengan inovasi dalam pelayanan penanaman modal itu, meminta Bupati Karimun untuk memaparkan bagaimana tentang Pantau Si Cantik Mami tersebut.

"Bapak Bupati, saya ingin mengetahui kalau Inovasi Pantau Si Cantik Mami ini," ucap Diah.

 

Kemudian, orang nomor satu di Karimun itu langsung menanggapi dengan memaparkan bagaimana jalannya inovasi tersebut dalam mempermudah pelayanan pada masyarakat.

Yang mana, dengan diterapkannya hal itu, pelayanan dalam perizinan bagi masyarakat di pulau tidak harus jauh-jauh datang menyebrangi laut untuk datang ke kantor DPM-PTSP.

"Pengurusan izin sudah tidak harus mendatangi kantor, tapi dapat dilakukan secara online tanpa harus menyeberangi laut. Ini sangat memudahkan masyarakat dalam pelayanan," ujar Bupati.

Sehingga, masyarakat yang hendak mengurus perizinan juga tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Kemudian, Bupati Rafiq juga menyampaikan bahwa inovasi yang dilakukan itu juga untuk mengantisipasi terjadinya nepotisme, kolusi dan korupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Sudah dapat diakses melalui aplikasi, dan tidak memerlukan biaya yang besar," kata Rafiq.

Dari aplikasi tersebut, juga dapat dilihat bahwa iklim investasi di Kabupaten Karimun cukup meningkat, hingga saat ini di kawasan industri terdapat Rp 40 triliun lebih investasi yang masuk ke karimun.

"Meningkatnya iklim investasi, juga memberikan pengaruh yang cukup baik, yang mana telah menyerap sebanyak 14 ribu tenaga kerja, dan disetiap tahunnya terjadi segala pertumbuhan yang positif," ucapnya.

Dengan juga meningkatnya iklim investasi, tentunya juga memberikan efek perekonomian yang bagus, terlebih lagi pasca Pandemi Covid-19.

"Jadi bisa dikatakan inovasi Pantau Si Cantik Mami merupakan salah satu pendukung dan pendongkrak terhadap pertumbuhan ekonomi," pungkas Rafiq.

(aha)
Komentar Via Facebook :