Kebanjiran, Warga Sambau Batam Keluhkan Penutupan Gorong-gorong Perum Puri Sasmaya

Kebanjiran, Warga Sambau Batam Keluhkan Penutupan Gorong-gorong Perum Puri Sasmaya

Warga terdampak banjir di Kelurahan Sambau Batam ngadu ke pihak kelurahan .

Batam, Batamnews - Setidaknya ada tiga rumah di kaveling RT 02/RW 12, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yang terdampak banjir akibat dari gorong-gorong yang ditutup oleh pihak developer Perum Puri Sasmaya.

Banjir itu telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun sejak 2020, tepatnya setelah ada perumahan yang dibangun PT TJP itu. Tinggi air mencapai lebih dari semeter.

Wahyuda Hidayat, salah seorang warga yang terdampak banjir mengatakan, awalnya banjir datang setelah batas lahan dibendung oleh pihak developer. Gorong-gorong jadinya tak memadai menampung debit air yang besar.

Baca juga: Remaja di Riau Bakar Motor Milik Bos Gegara Ditegur Bawa Miras

"Air dibendung hingga tak mengalir, jadi rumah warga terendam banjir. Sebelumnya di sana rawa besar dan kami tak pernah terkena banjir. Setelah dibendung dan gorong-gorong yang dibikin pihak developer tak memadai, di situ lah kami terkena banjir," ujarnya, Jumat (11/11/2022).

Warga mengeluh sampai ke kelurahan. Alhasil, bersama pihak-pihak terkait dilakukan duduk bersama mencari solusi terkait masalah itu.

"Solusi dari pemerintah membersihkan gorong-gorong yang ada di dekat tower jalan aspal. Sementara pihak developer belum ada solusi konkret," sebutnya.

Wahyuda bersama warga lain yang terdampak menginginkan penambahan gorong-gorong supaya air berjalan lancar kembali.

Baca juga: Dituding Warga Sebabkan Banjir Lumpur di Tanjung Uma, PT Cahaya Dinamika Buka Suara

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Bina Marga Batam, Muhammad Ramli menyebut, pemerintah saat ini tengah berupaya melalukan normalisasi parit induk, semacam ada pedangkalan.

Ada juga solusi lain yang diberikan, yakni pemasangan pipa pembantu supaya mengurangi debit air yang masuk ke kawasan rumah warga.

"Dari developer legowo, kalau sudah berjalan baik berarti tidak ada masalah. Tapi jika masih terjadi banjir kita akan duduk kembali mencari jalan keluar. Intinya kita ingin semua berjalan lancar, tidak ada yang terdampak dari ini," pungkasnya.

(jun)
Komentar Via Facebook :