Mengenang Kembali Air Mata Megawati dan Puan Maharani saat SBY Naikkan Harga BBM

Mengenang Kembali Air Mata Megawati dan Puan Maharani saat SBY Naikkan Harga BBM

Megawati Soekarnoputri saat menangis dalam Rakernas PDIP di Makassar, Selasa (27/5/2008). [Capture tayangan televisi]

Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo resmi menaikkan harga BBM bersubsidi. Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Di media sosial, netizen sejumlah netizen mencoba membuka “kenangan lama” tangis politisi PDI Perjuangan ketika harga BBM hendak dinaikkan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Demikian dikutip dari Suara.com.

Saat itu, bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dan Puan Maharani, putrinya sempat menangis. Hal yang sama juga diikuti oleh sejumlah elit partai tersebut.

Baca: Breaking News! Harga BBM Bersubsidi Naik Mulai Hari Ini Mulai Pukul 14.30 WIB

Air mata Megawati tak terbendung menghadapi kenyataan tersebut, saat memberikan sambutan di Rakernas PDI Perjuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Mei 2008.

Saat itu mantan presiden ini menyatakan teriris hatinya melihat kemiskinan di Indonesia, yang salah satunya disebabkan karena naiknya harga BBM.

“Banyak rakyat lapar karena tingginya angka kemiskinan, tidak mendapatkan pendidikan yang bagus, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar Megawati dengan suara parau karena menahan tangis.

Baca: Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Kota Batam Imbas Kabar Harga BBM Naik

Saat itu Megawati telah mantap mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2009. Dalam pidatonya, ia terlihat beberapa kali mengusapkan air mata karena sedih.

"Saya sedih melihat rakyat banyak yang menderita, padahal kita punya banyak kekayaan alam, namun angka kemiskinan tinggi," tambah Mega.

Sementara, Puan Maharani yang saat itu tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia menangis dalam sidang paripurna DPR, ketika memprotes kenaikan harga BBM.

Sejumlah politisi PDI Perjungan di DPR RI saat itu juga terlihat ikut menangis. Diantaranya adalah Rieke Diah Pitaloka dan Ribka Tjiptaning. Air mata mereka tumpah ketika meninggalkan ruang sidang.
 

Komentar Via Facebook :