Kepri Masuk 10 Besar Kasus HIV Terbanyak di Indonesia, 8.563 Kasus Ada di Batam

Kepri Masuk 10 Besar Kasus HIV Terbanyak di Indonesia, 8.563 Kasus Ada di Batam

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Provinsi Kepulauan Riau masuk 10 besar kasus HIV terbanyak, berdasar rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per Juni 2022.

Total kasus HIV di Kepri tercatat sebanyak 12.943 kasus, dengan kumulatif terbanyak berada di Kota Batam yakni 8.563 kasus. 

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam, Pieter Pureklolong menyampaikan perkembangan kasus HIV di Batam, dari tahun 2019 hingga Juni 2022. 

Ia mengatakan, kasus HIV di Batam dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun terakhir mengalami fluktuatif. 

Baca: Kepri Masuk 10 Besar Provinsi di RI dengan Kasus HIV Terbanyak

Pada tahun 2019, orang yang menjalani tes HIV mencapai 28.142 orang. Hasilnya, sebanyak 692 orang terkonfirmasi positif HIV. 

Lalu tahun 2020, terdapat 23.469 orang yang menjalani tes HIV mencapai 23.469 orang dan 538 orang dinyatakan terkonfirmasi positif HIV. 

Kemudian tahun 2021, ada 26.308 orang yang menjalani tes HIV dan hasilnya, sebanyak 484 orang terkonfirmasi positif. 

“Memang sejak tahun 2020-2021, orang yang menjalani tes HIV tidak lebih banyak dibanding tahun 2019, hal itu karena pandemi Covid-19, proses tracing lebih konsen ke kasus Covid-19,” ujar Pieter, Selasa (30/9/2022). 

Baca: Pakai Metode Berbahaya, Warga AS Jadi Wanita Pertama di Dunia Sembuh dari HIV

Sementara itu, hingga bulan Juni 2022, orang yang menjalani tes HIV mencapai 16.818 orang. Hasilnya, sebanyak 297 orang terkonfirmasi positif HIV. 

“Estimasi jika sampai Desember 2022, diperkirakan yang menjalani tes HIV 30 ribu orang. Dengan begitu, tingkat kesadaran orang untuk tes HIV sudah semakin tinggi,” katanya.

Selanjutnya...

 

Berdasarkan golongan pekerjaan tahun 2021, kasus HIV paling banyak dijangkiti oleh golongan karyawan atau buruh pabrik yaitu sebanyak 229 orang, disusul golongan ibu rumah tangga sebanyak 79 orang, golongan yang tidak bekerja dan anak-anak sebanyak 35 orang. 

Kemudian dilanjutkan dari golongan wanita PSK langsung atau tidak langsung sebanyak 22 orang, dari golongan pedagang/salesman sebanyak 21 orang, dari golongan pria pekerja seks/gay dan pekerja salon sebanyak 18 orang, dari golongan buruh bangunan/kuli angkut sebanyak 18 orang. 

Selanjutnya dari golongan nelayan/petani/peternak sebanyak 4 orang, dari golongan security sebanyak 4 kasus, dari golongan pekerjaan ABK/pelaut sebanyak 4 orang, dari golongan mahasiswa/i sebanyak 7 orang, dari golongan montir/bengkel sebanyak 2 orang, dan terakhir dari golongan lain-lain sebanyak 32 orang. 

“Kalau berdasarkan umur pada tahun 2022, kasus HIV paling banyak dijangkiti dari usia produktif (25-49 tahun) sebanyak 217 orang,” kata Pieter.

(ret)
Komentar Via Facebook :