Siswa Tak Tertampung PPDB di Batam, Udin: Penyakit Menahun, Belum Ada Pembenahan 

Siswa Tak Tertampung PPDB di Batam, Udin: Penyakit Menahun, Belum Ada Pembenahan 

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho.

Batam, Batamnews - Siswa tak tertampung menjadi masalah klasik dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam.

Yang menjadi pemicu hal tersebut ialah kekurangan sekolah dan ruang kelas baru bagi para siswa. Di sisi lain juga banyak sekolah swasta yang tutup.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho menganggap hal ini penyakit menahun.

Baca juga: Wako Rudi Sebut 50 Persen Pendaftar PPDB di Batam Tak Tertampung

"Ini sudah seperti penyakit tahunan yang masih belum ada pembenahan. Contoh, kita masih kekurangan sekolah dan ruang kelas baru. Tapi di satu sisi sekolah swasta banyak yang tutup," kata dia, Kamis (23/6/2022).

Catatan penting bagi Pemko Batam ialah bagaimana pemerintah bisa merangkul sekolah-sekolah swasta. Banyak yang bisa dilakukan untuk mengakomodir pelajar yang tak tertampung.

"Misal, untuk SPP yang tinggi di sekolah swasta bisa dibuat model subsidi," kata Udin.

Baca juga: Juara Sains Nasional Sempat Ditolak Daftar PPDB di Tanjungpinang

Soal ide pemerintah yang memberlakukan dengan metode shift untuk mengakomodir pelajar, Udin menyebut hal itu merupakan keputusan terakhir penyelesaian masalah. Karena memang kondisi sekolah di Batam tidak memungkinkan untuk menampung semua siswa.

Jika metode tersebut diberlakukan, lanjutnya, akan berimbas pada kualitas anak didik. "Ini akan berimbas kepada mutu daripada lulusan anak didik. Dengan kondisi sekarang dengan dibikin dua shift nanti saya akan meragukan kualitasnya nanti," katanya.

 

Mahalnya biaya pendidikan di sekolah swasta juga membuat banyak orang tua murid atau peserta didik lebih  memilih sekolah negeri. 

Pemerintah dikatakannya juga harusnya bisa bekerjasama dengan sekolah swasta agar bisa memberikan subsidi pendidikan kepada pelajar.

"Saya pernah menyuarakan bagaimana kita bisa menyubsidi biaya sekolah untuk di sekolah swasta agar anak-anak tidak mengejar untuk duduk di sekolah negeri," kata Udin. 

(jun)