Suku Bunga The Fed Naik, Milenial di Indonesia Makin Susah Beli Rumah

Suku Bunga The Fed Naik, Milenial di Indonesia Makin Susah Beli Rumah

Ilustrasi properti.

Jakarta - Kenaikan suku bunga Bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 0,75 persen hingga 1 persen memberi dampak besar kepada negara lain, salah satunya Indonesia.

Direktur Center for Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, investor telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga tersebut. Kenaikan suku bunga berimbas pada pemulihan ekonomi Indonesia.

“Suku bunga naik, cost kredit dan ekspansi biaya usaha akan relatif lebih mahal. Anak-anak muda susah dapat rumah, dan dampaknya langsung kena ke kita semua,” katanya dilansir kumparan, Jumat (6/5/2022).

Bhima khawatir kenaikan suku bunga akan berimbas pada suku bunga pinjaman, khususnya kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan kredit kepemilikan rumah (KPR).

Terlebih permintaan KPR dari para milenial akan meningkat seiring pemulihan ekonomi. Ketika suku bunga saat memasuki floating akan semakin mahal hingga tahun berikutnya.

Baca: Bank Sentral AS Naikkan Suku Bunga jadi 0,75 Persen, Ini Efeknya ke Indonesia

Selain itu, Bhima menyebut kenaikan suku bunga berdampak pada bunga kredit kendaraan bermotor. Suku bunga pinjaman dari bank juga akan meningkat sehingga milenial yang ingin membangun startup menjadi terhambat.

“Dampaknya juga ke imported inflation. Kalau rupiahnya goyang, impor akan lebih mahal terutama komoditas tepung terigu,” lanjutnya.

Menurut Bhima, biaya impor komoditas akan semakin mahal akibat perang Rusia-Ukraina ditambah dengan pelemahan rupiah. Investor saat ini menunggu rilis data inflasi dari BPS dan suku bunga acuan Bank Indonesia.