Makna Sedih Dibalik Puisi `Aku` Karya Sam Haidy
Mayang Sajekti.
Oleh: Mayang Sajekti
Aku
Aku adalah dongeng sebelum tidur
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu.
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi.
Sajak puisi di atas berjudul `Aku` karya Sam Haidy yang merupakan puisi berisi rintihan dan ekspresi kesedihan, yang lebih mengarah pada memvisualisasikan perasaan kehilangan.
Sosok Sam Haidy lahir di Ciamis, Jawa Barat, 3 Februari 1984. Ia adalah penyair dan aktivis media maya. Dia juga merupakan penggagas genre "Puisi Pop", yaitu puisi yang berorientasi pada apresiasi yang relevan dengan pemahaman masyarakat luas, ruang lingkupnya bukan untuk kalangan eksklusif sastra saja.
Mengawali karier kepenulisannya di forum diskusi Cybersastra, lalu aktif memposting di sejumlah mailing list. Ia pernah ikut berpartisipasi mengisi buku antologi Maha Duka Aceh (diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Januari 2005) dan Roh: Kumpulan Puisi Penyair Bali-Jawa Barat (diterbitkan oleh Bukupop, Agustus 2005).
Essainya, “Puisi Pop; Kenapa Tidak?”, pernah dimuat di Harian Lampung Post dan Buletin Sastra Pawon. Saat ini aktif mempublikasikan tulisannya di blog.
Dalam buku yang berjudul Malaikat Cacat yang ditulis oleh Sam Haidy dan diterbitkan oleh IBC Indie Book Corner. Ada 51 puisi di dalam buku tipis ini. Uniknya, penulis menggunakan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris dalam menyusun puisi-puisi itu.
Setidaknya, ada 17 judul puisi ditulis oleh Sam Haidy dalam bahasa Inggris dalam buku ini. Rata-rata 51 puisi yang ada dalam buku ini adalah puisi berukuran pendek. Bahkan ada puisi yang jika dilakukan paraphrase sebenarnya adalah satu kalimat saja.
Puisi yang berjudul `Aku` memiliki makna yang mendalam bagi sang penulis. Puisi ini menggambarkan kesedihan akan kehilangan cinta yang tak terbalaskan. Setiap baris memiliki makna.
Aku adalah dongeng sebelum tidur. Bait ini menggambarkan cerita hidup seseorang yang mengharapkan sesuatu hal terjadi dalam diri nya, yang hanya sebuah khayalan.
Yang setia mendaur diri. Menggambarkan suatu proses mengulang kembali masa yang telah terjadi. namun, ia tak pernah menyerah untuk mendapatkannya.
Meski selalu terpenggal oleh gilotin matamu. Kalimat ini menggambarkan kesedihan yang tak bisa ia ungkapkan dengan air mata, hanya perasaan kecewa yang dapat ia rasakan.
Aku adalah kisah tak tuntas, yang berulang kali kau tebas. Menggambarkan rasa cinta ia terhadap seseorang yang tak terbalaskan. ia merasa kehilangan seseorang yang ia cintai selama ini namun hanya berbalik menyakiti perasaanya.
Hanya untuk kembali, bertunas dan bertunas lagi. Yang menggambarkan rasa cinta nya yang selalu terbayang-bayang akan seseorang yang selama ini ia cintai. Namun tinggal kenangan dan harapan yang membuat nya terus selalu memikirkan orang tersebut.
Dari puisi `Aku` karya Sam Haidy ini lebih menggambarkan kepada kita untuk tidak larut dalam kesedihan karena cinta. Sebab cinta akan menjebak kita dalam kesengsaraan hati. Sesungguhnya cinta yang tidak terbalaskan akan menyakiti diri sendiri.
Penulis adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Komentar Via Facebook :