Raden Hari Dorong Pemprov Kepri Cabut Wajib Antigen Jadi Syarat Perjalanan
Wakil Ketua II DPRD Kepri, Raden Hari Tjahyono (Foto:ist)
Batam, Batamnews - Wakil Ketua II DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Raden Hari Tjahyono meminta agar wacana pencabutan swab antigen sebagai syarat perjalanan antar kabupaten/kota di Kepri segera dibahas dan direalisasikan Pemprov Kepri.
Menurutnya, pemerintah bisa kembali di awal tahun 2020. Ketika pertama kali terserang Covid-19 dalam melakukan perjalanan transportasi laut.
"Cukup memakai masker, cek suhu, lakukan 5M. Jika masyarakat yang berangkat melanggar diberi sanksi administratif atau tidak boleh berangkat. Saya rasa itu lebih efesien," kata dia, kemarin.
"Lakukan cek suhu juga, apabila suhu di atas 37,5 derajat, dilarang melakukan perjalanan. Kalau mau perjalanan, mungkin baru cek dengan antigen," sambung Raden Hari.
Menurutnya, hal ini juga sudah disuarakan Anggota DPRD Kepri Komisi 4, Hanafi Ekra dan Wahyu Wahyudin agar kebijakan swab antigen ditinjau ulang bahkan dicabut.
Baca juga: Wajib Antigen Masih Jadi Syarat Perjalanan Domestik di Kepri
"Saya melihat gayung pun bersambut, kemarin di sebuah media siber Jubir Satgas Covid-19 Kepri Tjepjep Yudiana mengungkapkan aturan penghapusan antigen itu tinggal menunggu persetujuan Gubernur Kepri. Saya berharap opsi ini segera direalisasikan karena saya menilainya menyusahkan masyarakat Kepri," ujarnya.
Penghapusan kebijakan antigen sebagai syarat perjalanan domestik antar kabupaten/kota di Kepri ini bukan melonggarkan atau menyepelekan masalah Covid. Tapi justru membantu menyelesaikan persoalan Covid tanpa menyisakan luka pada sisi ekonominya.
"Secara regulasi menurut hemat saya bisa diatur, apalagi sekarang seluruh wilayah kabupaten/kota sudah PPKM Level 3, bisa dijadikan daerah aglomerasi seperti Jabodetabek sehingga syarat antigen tidak wajib," tuturnya.
"Jadi saya meminta juga agar rencana Pemprov Kepri seperti yang disampaikan Pak Tjejep untuk menghapus kebijakan antigen segera dibahas dan direalisasikan biar masyarakat tidak terus disusahkan dan dirugikan," pungkas politisi PKS ini.
Komentar Via Facebook :