Kapolsek Kaget Tahanan Tewas di Sel Polsek Lubuk Baja Positif Covid

Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda memberikan keterangan terkait meninggalnya seorang tahanan di sel Polsek Lubuk Baja. (Foto: Edo/Batamnews)

Batam, Batamnews - Lim Tjie Wie alias Awi (52) sempat kejang-kejang di dalam sel sebelum dibawa ke rumah sakit. Tahanan Polsek Lubuk Baja tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Awi merupakan tersangka kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp1,5 miliar. Ia dijerat Pasal 378 KUHPidana. Saat jenazahnya dilakukan test swab, Awi dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Napi Kasus Penipuan Tewas di Dalam Sel Polsek Lubuk Baja

"Benar yang bersangkutan telah meninggal, dan sudah dilakukan PCR serta dinyatakan positif Covid-19," kata Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda, Rabu (21/7/2021).

Disebutkan Satria, penahanan terhadap Awi telah berlangsung selama 52 hari sejak dilakukan penangkapan 29 Mei 2021.

Kejadian ini membuat kaget para tahanan lainnya pada Selasa lalu. Awi kala itu kejang-kejang dan terlihat sulit bernafas. Para tahanan lain meminta bantuan petugas. Awi kemudian dibawa ke RS Elisabeth Lubuk Baja

"Petugas langsung membawanya ke RS Elisabeth. Namun nyawanya sudah tidak dapat tertolong saat tiba di sana," lanjutnya.

Petugas Polsek kemudian melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan lima orang rekan satu sel Awi.

Jenazah Awi dibawa menuju RS Bhayangkara Polda Kepri guna menjalani PCR test. Petugas juga menghubungi keluarga. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Awi. 

Dari hasil test PCR yang dilakukan hasilnya positif Covid. "Hasil PCR yang keluar juga mengejutkan kami," ucap Satria.

Baca juga: Nyolong Motor di Bengkong, Dua Pria Ini Diringkus di Lubuk Baja

Mengetahui hasil tersebut, pihaknya melanjutkan langsung melakukan Swab Antigen Test terhadap seluruh tahanan, serta petugas yang tengah piket pada hari kematian Awi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seluruh tahanan yang berjumlah 13 orang, AKP Satria mengaku ada dua orang tahanan yang dinyatakan reaktif dan saat ini telah berada dalam karantina khusus dengan pengawasan ketat di RS Bhayangkara Polda Kepri.

"Selain itu, kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area Polsek. Untuk keamanan seluruh staf dan petugas di polsek ini," kata Kapolsek.

(aha)