3 Kru Kapal Positif Covid, MV Meratus Dikarantina 5 Hari di Bintan

Kapal MV Meratus. (Foto: Dok. Batamnews)

Bintan, Batamnews - Kapal MV Meratus Kampar dikarantina selama 5 hari oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang. Karantina itu diberlakukan karena didapati beberapa orang kru kapal kargo tersebut positif covid-19.

Informasi yang diterima, MV Meratus Kampar ini datang dari Tanjungpriok Jakarta dan bersandar di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (17/7/2021). 

Lalu pihak KKP Tanjungpinang melakukan pengambilan swab untuk dites Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasilnya 3 kru kapal dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

Kepala KKP Tanjungpinang, Agus Jamalaudin membenarkan ada tiga kru Kapal MV Meratus Kampar positif covid-19 dari hasil tes PCR. Kini kru yang positif tersebut telah menjalani isolasi penyembuhan di Lohas Hotel Kecamatan Toapaya.

"Tiba di Pelabuhan Kijang kita langsung tes PCR mereka dan didapati ada 3 kru yang positif covid-19," ujar Agus, kemarin.

Pelaksanaan tes PCR terhadap kru kapal yang datang dari luar ke daerah Kepri merujuk Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nasional Nomor 14 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi covid-19.

Kemudian juga bedasarkan SE Gubernur Kepri Nomor 536/SET-STC19/VII/2021 dan SE Nomor 539/SET-STC-19/VII/2021 tentang Ketentuan Orang Perjalanan Dalam Negeri dan Internasional dengan Menggunakan Transportasi Umum dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.

"Ada 16 orang di dalam kapal yang berkontak erat dengan 3 kru positif covid-19. Maka mereka harus menjalani karantina di kapal tersebut sehingga kapal tersebut tidak belayar dan masih bersandar di Pelabuhan Kijang sampai saat ini," jelasnya.

 

Sebenarnya KKP Tanjungpinang tidak menunda kapal tersebut berlayar ke daerah tujuannya melainkan kru-kru kapal yang harus menjalani karantina di sini.

Namun pihak kapal keberatan untuk meninggalkan kru-krunya dan memilih para kru yang berkontak erat tetap berada di kapal untuk menjalani karantina tentunya sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

"Jadi kru kapal menjalani karantina di kapal ini yang membuat kapal juga tidak berangkat. Namun muatan barang yang dibawa kita izinkan untuk dibongkar dan sudah selesai tanpa kru kapalnya turun ke darat," katanya.

Selain menjalani karantina, para kru yang berada di dalam kapal tidak boleh berkontak dengan orang-orang yang berada di darat. Lalu mereka harus menjalani dua kali tes PCR. Tes pertama dengan hasil negatif pada hari pertama dan tes kedua dilaksanakan hari ini yaitu hari ke lima.

Jika semuanya negatif maka kapal kargo tersebut bersama kru kapal boleh meninggalkan pelabuhan ini dan belayar ke daerah tujuan. Namun apabila ada yang positif maka harus menjalani isolasi.

Walaupun dizinkan berlayar pihaknya tetap memberikan notifikasi ke daerah tujuan. Tujuannya agar daerah tujuan mengetahui jika kru kapal MV Meratus Kampar, ada riwayat berkontak erat.

"Jadi inilah kronologinya mengapa kapal itu tidak berangkat. Kalau kita berikan izin mereka bawa kru berlayar maka kita akan disalahkan karena meloloskan kru tanpa mealui proses karantina kesehatan. Maka dilakukan semua penanganan itu sesuai surat edaran," ucapnya.

Agus mengimbau kepada seluruh kru kapal untuk selalu disiplin. Lakukan protokol kesehatan yang sangat ketat karena pihak KKP akan terus melakukan pengecekan kesehatan dengan PCR. Itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan apabila ditemukan ada yang terkonfirmasi positif covid-19 maka wajib menjalani isolasi begitu juga dengan yang berkontak erat akan dikarantina.

"Kita minta semua pihak pelayaran khususnya kru-kru kapal untuk selalu disiplin dan taati prokes. Karena dengan cara itu kita dapat memutus dan mencegah penyebaran covid-19," tutupnya.

(ary)