Refleksi Akhir Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah

Derita Palestina Duka Kita

Raja Dachroni (kanan).

KABAR duka kita dapatkan dari Palestina menjelang berakhirnya bulan Ramadan dan memasuki hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang dirayakan umat Islam di seluruh penjuru dunia pada Kamis (13/5/2021).

Ratusan korban yang terdiri dari pejuang, perempuan dan anak-anak terluka dari memanasnya gencatan senjata yang dilakukan tentara Israel ke warga seputar masjid Al-Aqsa Palestina.

Hal ini bermula dari serangan Yahudi dan tentara Israel terhadap muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa saat sedang menjalankan ibadah salat tarawih dan iktikaf di sepuluh hari malam terakhir menjadi awal api perlawanan pejuang Palestina.

Baca juga: Masjid Al-Aqsa di Tengah Pusaran Konflik Arab-Israel

Ratusan pejuang dan warga sipil jadi korbannya. Mari kita merenung sejenak dan mengasah kembali kepedulian kita terhadap Palestina.

Derita mereka adalah duka kita. Inilah yang menjadi renungan bagi kita semua khususnya umat Islam di saat merelakan Ramadan pergi dan menyambut Syawal dengan kabar yang tidak menggembirakan ini.

Secara kronologisnya, berdasarkan pemberitaan beberapa media siber dan informasi dari media sosial yang beredar, penyerangan Israel pada warga Palestina bermula pada Jumat (7/5/2021) ketika umat Islam memadati kompleks Masjid Al-Aqsa, guna menyambut malam Lailatul Qadar di akhir Ramadan.

 

Aksi kekerasan sudah meningkat di Yerusalem dan Tepi Barat sejak seminggu sebelumnya. Warga Palestina yang sedang tarawih kemudian diserang oleh polisi Israel dengan menembakkan peluru karet dan granat kejut yang menyebabkan terjadinya pelemparan batu, botol, dan kembang api ke arah polisi Israel.

Lebih dari 220 orang terluka, kebanyakan warga Palestina (nova.grid.id, Rabu 12 Mei 2021).

Beberapa video tentang penyerangan tentara Israel juga begitu mudah kita dapatkan dari lembaga filantropi yang selama ini bergiat terkait persoalan Palestina. Begitu banyak gedung-gedung di Gaza yang hancur di rudal oleh Israel.

Baca juga: Israel Bombardir Jalur Gaza dengan Tank

Ini tentu kabar menyedihkan bagi Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan Palestina disamping memang kita memiliki amanah kontitusi bahwa kita menolak beragam bentuk penjajahan di muka bumi yang masih terjadi di Palestina.

Sebagai penduduk dengan mayoritas muslim terbesar tentu peristiwa ini menghenyak kita semua. Memantik api kemarahan umat Islam di seluruh penjuru dunia karena atas dasar keimanan apa yang terjadi saat ini di Palestina sudah mengusik marwah kita.

Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat," (HR Bukhari).

 

Bagi umat Islam dalam tinjauan sejarahnya, peristiwa perang terjadi cukup bayak di bulan Ramadan. Perang Badar, Perang Khandaq, Pembebasan Spanyol, Pembebasan Palestina dan Perang Ain Jalut adalah lima peristiwa perang yang pernah ada.

Maka, momentum ini membuat saya merenung bahwa jangan diragukan lagi kesiapan umat Islam untuk menghadapi beragam bentuk penjajahan baik itu pada saat puasa Ramadan maupun tidak. Saudara-saudara kita di Palestina sudah mempraktekkan bentuk perlawanan di era kontemporer saat ini.

Saat ini, kondisi kita mungkin baik-baik saja. 10 hari terakhir kemarin ketika muslim di Indonesia menanti kedatangan lailatul qadar kita bisa membaca Alquran dan beribadah dengan tenang di masjid-masjid, tidak demikian dengan muslim Palestina yang terpaksa berjaga-jaga atas serangan dan pengusiran tentara Israel saat menjalankan i'tikaf.

Baca juga: Kembali Diserang, Begini Kondisi di Dalam Masjidil Aqsa Dihujani Tembakan

Sementara itu, bisa dipastikan juga saat lebaran mungkin putra-putri kita bergembira dengan petasan dan pakaian baru, tapi tidak dengan anak-anak Palestina.

Dentuman yang mereka dengarkan bukanlah bunyi dari petasan tapi rudal-rudal dan bom-bom tentara zionis Israel. Pakaian mereka compang-camping. Tidak ada minuman dan makanan yang mereka bisa nikmati di hari raya seperti yang kita nikmati. 

Melihat kondisi ini, kita tentu perihatin, mari kita doakan yang terbaik dan menitipkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk materi ke lembaga-lembaga filantropi yang selama ini konsen dengan persoalan kemanusiaan Palestina sebagai bentuk solidaritas dan wujud dari amanah konstitusi dan Pancasila. Kemanusiaan.

Ya Allah kuatkan mereka dan lindungilah perempuan dan anak-anak Palestina karena kami sadari dengan sepenuh hati Ya Rabb, derita mereka adalah duka kita semua. Duka seluruh umat Islam yang saat ini merayakan hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Penulis: Raja Dachroni
Podcaster, Palestina Enthusiast, Sehari-hari Beraktifitas di Tanjungpinang dan Bisa Disapa Melalui Akun IG nya @rajadachroni