Melihat Sederet Prestasi Para Pemuda Desa Persiapan Cempaka di Lingga

Said Mahran (Kedua dari kiri) bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar usai menjuarai STQ IX Lingga tahun 2021 (Foto:ist)

Lingga, Batamnews - Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), begitu banyak menyimpan talenta muda yang berprestasi. Bahkan, talenta-talenta ini bagaikan tiada habisnya di Negeri Bunda Tanah Melayu.

Seperti hal nya yang dimiliki Desa Persiapan Cempaka, Kecamatan Lingga ini. Desa persiapan ini ternyata memiliki para pemuda yang produktif dan mempunyai segudang prestasi dari daerah hingga ke tingkat nasional.

Diantaranya seperti Said Mahran. Pria yang lahir dan tumbug besar di Dusun II Desa Cempaka ini sudah beberapa kali mengikuti ajang bergengsi, yaitu lomba di bidang kaligrafi cabang Khath Al-Qur'an golongan naskah putra.

Baca juga: Pemuda-pemudi Senayang di Lingga Kenalkan Kampung Halaman Lewat Video Musik

Ia memulainya dari tingkat daerah hingga terbang mewakili Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepri sampai ke tingkat nasional.

Adapun prestasi dalam dunia kaligrafi yang pernah ia raih antara lain, Juara I tingkat Kecamatan Lingga tahun 2020, Juara I tingkat Kabupaten Lingga dari 2014 sampai sekarang, juara I tingkat Provinsi Kepri VIII tahun 2020 di Tanjungpinang dalam cabang Khath Al-Qur'an golongan naskah putra.

Kemudian, Mahran panggilan akrabnya juga membawa nama Provinsi Kepri sampai ke tingkat nasional di Sumatera Barat, Padang tahun 2020 hingga pernah menempuh pendidikan di lembaga kaligrafi Al-Qur'an (Lemka) di Sukabumi pada tahun 2012 silam.

 

”Harapan saat ini untuk kedepannya, semoga lebih banyak lagi generasi muda yang tertarik untuk belajar dan mengembangkan tulisan kaligrafi tersebut, khususnya di wilayah Kecamatan Lingga karena sampai saat ini masih sedikit peminat di bidang kaligrafi," kata dia kepada Batamnews, Selasa (11/5/2021).

"Besar harapan saya kepada pemerintah daerah untuk terus mendukung baik moril maupun materil agar kami dan para generasi penerus dapat lebih memantapkan dalam mengembangkan kaligrafi di bumi Bunda Tanah Melayu ini," tambahnya.

Said Mahran juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lingga yang telah membiayai dan mempercayainya untuk mengikuti pendidikan kaligrafi sewaktu berada di Lemka Sukabumi yang lalu. Ia pun berharap pelatihan seperti itu dapat terus berlanjut untuk generasi yang akan datang.

Baca juga: Ruzi Wiranata, Jurnalis Batamnews Rengkuh Prestasi di STQ IX Lingga

”Bahwa dengan prestasi yang suda saya raih, bukan berarti saya sudah puas, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat sebagai bentuk motivasi, bahwa para pemuda yang ada di Desa Cempaka juga mampu bersaing dan memiliki SDM yang berkualitas sesuai dengan bidang masing-masing," sebutnya.

Mahran juga berinisiatif untuk membuka pelatihan sebagai wadah bagi siapa pun yang berminat untuk belajar tulisan kaligrafi, khususnya untuk para pemuda yang ada di Desa Cempaka, agar ada regenerasi setelahnya.

Tidak hanya Said Mahran, begitu juga dengan Alim panggilan akrabnya, pemuda Desa Cempaka. Berawal dari kesukaannya dalam dunia kepenulisan hingga sering mengikuti panggung penyair di Kota Tanjungpinang ia telah banyak bertemu dan bertukar ilmu dengan berbagai sastrawan yang ada kota gurindam tersebut.

 

Bahkan, Alim telah pun berjumpa langsung dengan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri. Perlahan dengan bekal ilmu tersebut bisa mengantarnya ke panggung nasional dalam lomba baca puisi yang diikuti oleh seluruh universitas yang ada di Indonesia tepatnya di Jakarta tahun 2017 yang lalu sewaktu ia menempuh S-1 di Universitas Maritim Raja Ali Haji.

”Berangkat dari kampung tepatnya Desa Cempaka kemudian dapat menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri adalah suatu rasa syukur kepada Tuhan dan kedua orang tua saya yang telah banyak memberikan semangat dan doa. Saya banyak bertemu dengan penyair muda di Kepri yang penuh dengan talenta," ujar Alim.

Tidak hanya itu, pemuda kelahiran bulan Juli tersebut juga pernah membawa nama Kabupaten Lingga ke tingkat Provinsi Kepri dalam mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa Kepulauan Riau tahun 2018 dan masuk sebagai lima finalis putra terbaik se-Provinsi Kepri tahun 2019 yang menjadi satu-satunya perwakilan peserta dari daerahnya.

Baca juga: Tiga Kakak Beradik Kembali Raih Juara Pertama Tilawah Quran STQ IX Lingga

Hingga saat ini, lelaki beruntung kelahiran Bunda Tanah Melayu itu sudah menerbitkan buku antologi puisi bersama beberapa penyair yang ada di Kota Tanjungpinang dan telah menelurkan karya pertamanya di tahun 2019 dalam bentuk buku yang bergenre prosa.

”Alhamdulillah, beberapa karya saya sudah terbit bersama beberapa kawan-kawan penyair yang ada di Kota Gurindam. Soal dunia kepenulisan mohon doa dan dukungannya untuk buku kedua saya yang akan terbit lagi," pungkasnya.

(ruz)