Mendagri Tito Karnavian Beberkan Penyebab PMI Ramai-ramai Pulang Kampung

Mendagri, Tito Karnavian usai memantau kepulangan PMI (Foto:Margaret/Batamnews)

Batam, Batamnews - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian memantau kepulangan Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia ke Tanah Air melalui Pelabuhan Batam Centre, Batam, Sabtu (8/5/2021). Saat itu, 64 orang PMI dari Malaysia tiba di Batam.

Dari pemantauan tersebut, Tito menjabarkan dua hal yang membuat kepulangan PMI cukup melonjak dalam beberapa waktu belakangan ini. Hal yang pertama yaitu terkait keinginan PMI untuk pulang ke kampung halaman.

“Mereka (PMK) biasanya tiap tahun pulang jelang lebaran,” ujar Tito di Pelabuhan Batam Centre, Batam, Kepri.

Kemudian hal kedua yang menyangkut kenaikan kasus Covid-19 di Malaysia yang cukup signifikan. Sehingga pemerintah Malaysia melakukan pengetatan dan pembatasan termasuk memberlakukan Movenment Control Order (MCO).

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Pantau Pemulangan PMI Lewat Batam

“MCO sudah ditetapkan, untuk wilayah Kuala Lumpur, Selangor dan yang lain,” katanya.

Dalam proses kepulangan PMI, Tito menyebutkan pintu masuk PMI terbagi beberapa pelabuhan, seperti melalui Batam, Karimun, bahkan Asahan dan Dumai. Namun Pemerintah Sumatera Utara (Sumut) memutuskan untuk menutup pintu masuk.

“Kemudian dilanjutkan Dumai yang tutup, kenapa? karena tempat karantina yang tidak cukup, sekarang ini hanya satu pintu masuk, yaitu Batam,” kata dia.

Untuk mengatasi angka PMI yang pulang ke Batam cukup melonjak, beberapa skenario telah dibuat, agar dapat menampung kepulangan para PMI. Seperti diantaranya memperbanyak tempat karantina, Tito mengatakan Kota Batam tidak kesulitan mendapatkan tempat karantina.

 

Namun saat ini kapasitas Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang sudah terbatas, disamping itu juga memerlukan penambahan tenaga kesehatan (nakes), alat-alat kesehatan dan obat-obatan.

“Inilah yang akan sampaikan ke rapat di tingkat pusat Senin nanti, mungkin solusinya nanti nakes akan dibantu dari TNI/Polri,” kata dia.

Disamping itu, pihaknya akan mengkoordinasi dengan Pemda lain untuk dapat membuka pintu masuk bagi PMI, seperti di Sumatera Utara dan Riau. Apalagi jika di Batam sudah agak kesulitan untuk menahan arus kepulangan PMI, sehingga perlu pengaliran arus.

“Saat ini Sumut dan Riau, angka Covid-19 juga meningkat, kami berusaha akan bernegosiasi dan memperkuat karantina,” ucapnya.

Baca juga: Lonjakan Kasus Corona di Sumatera, Menkes: Imbas PMI Mudik

Mengenai pembiayaan bagi PMI yang ada di Batam, Tito mengatakan bahwa Danrem WP/033 telah diminta mengajukan kebutuhan yang diperlukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI.

“Nanti saya kordinasikan ke BNPB,” sebutnya. 

Saat ini secara kumulatif, total PMI yang ada di Batam telah mencapai 723 orang. Jumlah tersebut diantaranya 231 orang PMI sedang dirawat karena positif Covid-19. Sementara itu yang sedang menjalani karantina, di rumah susun berjumlah 448 orang.

“Sebagian lainnya sedang karantina di Hotel, ada 6 hotel yang ditetapkan sebagai tempat karantina,” ujar Ketua Subsatuan Tugas Khusus PMI di Daerah Pelintasan Batam, Letnan Kolonel (Kav) Sigit Dharma Wiryanto pada kesempatan yang sama.

(ret)