Belajar dari Almarhum KH Tengku Zulkarnain

Raja Dachroni (Foto:dok.)

KEMATIAN adalah kepastian. Kepastian yang belum kita ketahui kapan waktunya, dimana tempatnya dan itulah karakter dari kematian.

Kali ini, kita mendapatkan kabar kematian itu dari sosok ulama yang mewarnai panggung dakwah Islam Indonesia. Almarhum KH Tengku Zulkarnain.

Setiap orang yang mengenalnya baik secara langsung atau tidak tentu punya kesan yang berbeda-beda terhadap almarhum.

Secara pribadi, saya belajar tiga hal dari almahum yang saya rumuskan dengan 3 kata kunci.

Hijrah, istiqomah dan ketegasan. Pertama, setelah mempelajari biografinya almarhum adalah sosok yang suka sekali dengan musik.

Baca juga: Ustaz Tengku Zulkarnain di Mata Fadli Zon

Hari-harinya ketika masa remaja dihabiskan untuk musik. Tapi kemudian Allah SWT menyadarkannya dan kemudian membuat dia memutuskan untuk hijrah menjadi pendakwah dan membuang koleksi alat musiknya.

Dia segera belajar dengan kiai-kiai untuk memahami Islam lebih dalam dan menjadi juru dakwah.

Kedua, keputusannya untuk hijrah Allah istiqomah kan hingga ajal menjemputnya. Dia konsisten berceramah dan mencerahkan umat, lebih hebatnya lagi beliau juga sempat di daulat menjadi pengurus besar MUI.

Ketiga, ketegasan. Almarhum adalah satu dari sekian banyak ulama yang tegas dalam menyikapi beragam persoalan pelik keumatan.

Gaya bicaranya khas, tidak banyak basa-basi. Setiap kata yang keluar dari lisannya menusuk hati kita untuk jauh dari kemaksiatan dan kita pun tetap tegak berdiri untuk berada dan berusaha istiqomah di jalan kebaikan.

Baca juga: Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

Beberapa hari sebelum almarhum wafat, entah mengapa saya tergerak untuk membuat video podcast Motivasi Ramadan yang tayang setiap hari di channel medsos saya selama Ramadan.

Topiknya, "Kematian dan Kepastian" semoga menjadi hikmah tersendiri bagi saya, keluarga dan sahabat semuanya.

Ya robb, terimakasih Engkau telah gerakkan almarhum menjadi salah satu inspirator dakwah kontemporer di Indonesia. Anugrahkanlah tempat terbaik untuknya. Kami menadahkan tangan berdoa untuknya Ya Rabb.

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka,".

Ya robb, almarhum wafat di bulan terbaik Mu, berikanlah kami anugrah keistiqomahan, usia yang panjang dan bermanfaat bagi umat seperti yang Engkau anugrahkan pada almarhum dan ridhoi kami untuk menempati syurga Firdaus Mu setelah malaikat Izroil mencabut nyawa kami. AminYRA.

Penulis: Raja Dachroni
Podcaster, Islam Enthusias, sehari-hari beraktivitas di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau bisa disapa melalui aku IG nya @rajadachroni


Berita Terkait