Pedagang Asongan Kini Tak Lagi Bebas di Malaysia, Pembeli Kena Denda

Pedagang Asongan Kini Tak Lagi Bebas di Malaysia, Pembeli Kena Denda

Pedagang asongan yang berjualan di persimpangan jalan, di Malaysia. (Foto: via World of Buzz)

Kuala Lumpur - Eksistensi pedagang asongan di Malaysia kini terancam, menyusul sebuah kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh negara tersebut.

Dalam aturan yang disampaikan Kepala Polisi Johor, Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay, disebutkan pengguna jalan yang kedapatan membelo barang kepada pedagang akan dikenakan denda hingga 2 ribu Ringgit atau Rp 6 juta.

Larangan membeli barang dari pedagang asongan di pinggir jalan dikeluarkan dengan adalasan jual beli di jalan merupakan kegiatan yang berbahaya.

"Karena tidak hanya membahayakan penjual tetapi juga pengguna jalan lainnya. Melalui Ops Kesedaran, polisi Johor telah mengidentifikasi 52 lokasi yang sering dikunjungi para pedagang ini," kata Ayob Khan dilansir World of Buzz, Rabu (17/3/2021).

Ayob Khan mengaku telah menyarankan para pedagang asongan ini untuk mencari metode lain yang lebih aman dan taat hukum untuk menjual produk mereka.

“Silakan cari cara atau lokasi lain yang lebih cocok untuk Anda lanjutkan dengan bisnis Anda sehingga aman,” imbuhnya.

Namun demikian, Ayob Khan mengakui belum ada laporan kecelakaan yang melibatkan pedagang asongan yang beroperasi di persimpangan lampu lalu lintas hingga saat ini.

Pada 8 Januari 2021 di Taiping, empat penjual mangga berusia antara 18 hingga 22 tahun dikenakan denda mulai dari RM150 hingga RM2.000. 

Aturan 10A (1) LN 166/59 dari Aturan Lalu Lintas Jalan yang menyatakan bahwa menjual barang kepada pengendara di jalan atau di persimpangan merupakan pelanggaran.

(gea)