Polisi Tetap Siaga Meski Tak Semua Vihara di Batam Gelar Ibadah Imlek

Personel gabungan mengamankan perayaan Imlek di Batam. (Foto: ist)

Batam - Perayaan Imlek 2572 di Kota Batam, Kepulauan Riau tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 menjadi alasan di balik sepinya perayaan tahun baru China ini.

Meski tak seramai tahun lalu, polisi tetap bersiaga. Bersama tim gabungan dari TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja, Polresta Barelang mengerahkan puluhan personel mengamankan sejumlah vihara dan kelenteng.

Total ada 66 personel Polri, 35 personel TNI dan 60 personel Satpol PP yang dikerahkan mengamankan perayaan Imlek.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur mengatakan, pengamanan ibadah perayaan Imlek tersebut dimulai sejak kemarin untuk mengantisipasi tindak kriminalitas.

"Sebelum melaksanakan kegiatan pengamanan tersebut seluruh personil yang terlibat melaksanakan Apel pengamanan Imlek tahun 2021 di Mapolresta Barelang," kata Yos Guntur, Jumat (12/2/2021).

Harapannya, perayaan Imlek tahun ini di kota Batam aman dan kondusif. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak menyebarkan isu yang bisa memancing kekisruhan selama kegiatan berlangsung 

"Semua masyarakat bersama-sama menghindari dan menjaga isu yang bisa memecah kebersamaan dan persatuan, dan dalam kondisi pandemi Covid-19 maka pelaksanaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2021 tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Dari data kepolisian, terdapat 26 vihara dan kelenteng di Batam. Namun dari jumlah tersebut, hanya tujuh vihara saja yang menggelar ibadah Imlek.

"Rata-rata jumlah jemaat sekira 40 orang saja, dan itu bergantian ibadahnya," ujar dia.

Sementara itu, para personel Polresta Barelang diminta dapat melaksanakan pengamanan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, termasuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Mari kita turut mengajak dan menghimbau masyarakat yang merayakan Imlek untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, mematuhi kerumunan serta mengurangi mobilitas," tutup Yos Guntur. 

(rez)