Tentara Korut Tembak Mati Pegawai Korsel, Kim Jong Un: I`m Sorry

Tentara Korut Tembak Mati Pegawai Korsel, Kim Jong Un: I`m Sorry

Kim Jong Un. (Foto: New York Times)

Seoul - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah meminta maaf atas kematian seorang pegawai pemerintah Korea Selatan yang ditembak mati oleh pasukan Korea Utara setelah melintasi perbatasan laut antara kedua negara.

Dalam surat yang dikirim ke Blue House Korea Selatan Jumat pagi, Korea Utara mengatakan beberapa unit menanggapi panggilan bahwa seorang laki-laki tak dikenal ditemukan mengambang di atas sebuah benda di laut. 

Surat tersebut mengklaim sekitar 10 peluru ditembakkan ke pria itu setelah dia tidak memenuhi permintaan seorang tentara untuk mengidentifikasi dirinya dan tembakan peringatan berikutnya.

Korea Utara mengatakan hanya genangan darah yang tersisa di benda mengambang itu setelah tembakan dilepaskan. Setelah tentara menduga pria itu tewas, mereka membakar benda mengambang di lokasi sesuai dengan tindakan pencegahan penyakit Covid-19 Korea Utara.

"Ketua Kim Jong Un meminta untuk menyampaikan bahwa dia merasa sangat menyesal bahwa alih-alih memberikan bantuan kepada rekan kami di Selatan yang sedang berjuang dengan epidemi Covid, kami telah mengecewakan Presiden Moon dan rekan kami di Selatan dengan kemalangan yang tak terlihat ini di laut kita," bunyi surat itu, menurut Blue House dilansir CNN.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Korea Utara telah memperkuat pengawasan maritimnya dan meminta maaf atas "insiden yang jelas akan berdampak negatif terhadap hubungan antar-Korea."

Permintaan maaf dari Kim jarang terjadi, terutama jika menyangkut kesalahan nyata yang dilakukan oleh militer negara tersebut.

Menurut Letnan Jenderal Ahn Young-ho, seorang pejabat tinggi di Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, seorang pekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan hilang di perairan 1,9 kilometer (1,2 mil) selatan Kepulauan Yeonpyeong pada 21 September. .

Pegawai pemerintah Korea Selatan ini sebelumnya mengatakan mereka yakin pria itu sedang dalam proses mencoba membelot ke Korea Utara. 

Dalam sebuah pernyataan Kamis, militer Korea Selatan mengatakan "mengutuk keras kekejaman Korea Utara" dan mendesak Pyongyang untuk memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Ketegangan meningkat antara Korea Utara dan Korea Selatan sejak komunikasi antara kedua belah pihak terputus pada bulan Juni, ketika Pyongyang pertama kali menutup dan kemudian meledakkan kantor penghubung bersama di Kaesong, sebuah kota di sisi utara perbatasan.

(gea)