Kominfo Lingga Jajaki Telkomsel Bahas Jaringan Internet di Senempek

Kabag Kominfo dan Humas, Jumadi (tengah) bersama Kasubag Humas, Fikrizal dan Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik dalam kegiatan pelatihan kehumasan beberapa waktu lalu (Foto:ist)

Lingga - Warga Dusun Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengeluhkan minimnya jaringan telekomunikasi berbasis data (internet) di wilayah mereka. Sementara, akses internet kini sudah menjadi kebutuhan vital.

Terlebih lagi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) sekarang. Pelajar masih menerapkan belajar di rumah secara online/daring. Dengan begitu tentu perlu didukung jaringan yang mumpuni.

Baca: Warga Senempek di Lingga Rindukan Jaringan Internet

Menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Bagian Kominfo telah menjajaki pihak Telkomsel untuk dapat melakukan peningkatan jaringan internet di wilayah tersebut.

"Sudah kami koordinasikan dengan Pak Kades Limbung dan pihak Telkomsel guna meningkatkan layanan jaringan di Senempek," kata Kepala Bagian (Kabag) Kominfo dan Humas di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Jumadi kepada Batamnews, Jumat (17/7/2020).

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu pihak Telkomsel sudah melakukan peningkatan kapasitas daya jangkauan untuk Dusun Senempek. Namun, masih belum bisa optimal.

"Solusi lain dari pihak Telkomsel nantinya akan dipasang repeater. Mungkin nunggu tower telekomunikasi yang di Singkep Pesisir on air. Nanti repeater yang disana (Singkep Pesisir) akan dipindah ke Senempek," ujarnya.

Namun demikian, Jumadi mengaku pihak Telkomsel meminta agar disiapkan tower atau bangunan tinggi untuk dipasangkan repeater dan listrik di Senempek. Tower atau bangunan yang dibutuhkan pun lebih kurang setinggi bangunan tiga lantai, semakin tinggi maka semakin baik.

"Kami berharap permasalahan jaringan internet di Dusun Senempek ini bisa segera teratasi. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dan memanfaatkan komunikasi dalam menunjang ekonomi mereka," sebut Jumadi.

Sebelumnya, salah seorang tokoh pemuda Dusun Senempek, Rasyid Maulana mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel android banyak digunakan masyarakat, apalagi pelajar. Jangankan untuk dapat akses internet, kadang hanya sebatas melakukan panggilan telpon (voice call) saja warga setempat masih kesulitan.

"Jika kami selaku mahasiswa, adik-adik pelajar dan warga ada keperluan untuk menelpon, atau adik-adik ada tugas dari sekolah, harus mencari tempat yang ada sinyal, seperti bakau dan pelantar rumah warga," pungkasnya.

(ruz)