Singapura dan Malaysia Izinkan Perjalanan Lintas Batas untuk Kepentingan Bisnis

Singapura dan Malaysia Izinkan Perjalanan Lintas Batas untuk Kepentingan Bisnis

Perbatasan Singapura-Malaysia. (Foto: Wikipedia)

Singapura - Singapura dan Malaysia bersepakat mengizinkan perjalanan lintas batas bagi kelompok orang tertentu, termasuk penduduk yang memiliki kartu imigrasi jangka panjang untuk keperluan bisnis dan pekerjaan.

Hal ini telah dibahas antara Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan rekannya dari Malaysia Muhyiddin Yassin melalui telepon pada hari Jumat (26 Juni), kata Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) dalam sebuah pernyataan pers pada hari Sabtu.

Kedua pemimpin sepakat untuk membangun Jalur Hijau Timbal-Balik (RGL) dan Pengaturan Komuter Berkala (PCA) untuk berbagai kelompok pelancong.

RGL akan memfasilitasi perjalanan lintas batas untuk keperluan bisnis penting dan resmi.

Pelancong harus mematuhi serangkaian protokol pencegahan COVID-19 dan langkah-langkah kesehatan masyarakat, kata MFA, menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut sedang dibahas dan harus disepakati bersama oleh kedua negara.

PCA, di sisi lain, akan memungkinkan warga Singapura dan Malaysia yang memegang izin imigrasi jangka panjang untuk keperluan bisnis dan pekerjaan di negara lain untuk secara berkala kembali ke negara asal mereka untuk cuti rumah jangka pendek.

"Mereka akan dapat kembali ke rumah untuk cuti setelah menghabiskan setidaknya tiga bulan berturut-turut di negara mereka, dan mereka akan diizinkan untuk masuk kembali ke negara tempat kerja mereka setelah cuti," kata MFA dikutip Batamnews dari Channel News Asia, Senin (29/6/2020).

(gea)