Tower Telekomunikasi Rusak, Warga Mentuda di Lingga Gantung HP Cari Sinyal

Tower Telekomunikasi Rusak, Warga Mentuda di Lingga Gantung HP Cari Sinyal

Warga Desa Mentuda terpaksa menggantung handphone di dinding rumah demi mendapatkan jaringan telekomunikasi untuk menghubungi sanak keluarga di luar daerah (Foto:istimewa untuk Batamnews)

Lingga - Kegembiraan warga Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, yang sempat muncul beberapa waktu lalu setelah aktifnya jaringan telekomunikasi melalui tower mini, tampaknya tak bertahan lama. Perlahan rasa gembira itu mulai memudar.

Bukan tak beralasan, tapi tower mini yang aktif hampir setahun lalu, tepatnya sekitar pertengahan 2019 itu, kini sinyal yang dipancarkan hilang tiba-tiba. Handphone warga yang dulunya bisa berdering saat ada panggilan masuk dari sanak keluarga yang berada dari luar daerah, kini mulai sunyi.

Padahal, saat aktifnya tower telekomunikasi tersebut warga desa yang berada di belakang kaki Gunung Daik ini sempat tak menyangka, kampung yang terbilang terpencil tersebut ada jaringan telekomunikasi. Meskipun hanya bisa untuk mengirim pesan singkat (SMS) dan melakukan panggilan telpon.

"Jaringan telekomunikasi di Mentuda sudah hilang sejak sebelum bulan suci Ramadhan kemarin. Informasi yang kami dapat, pemancar di tower itu rusak disambar petir," ucap salah seorang warga Desa Mentuda, Sartika Sudarti kepada Batamnews, Kamis (4/6/2020).

Warga Mentuda mencari sinyal ponsel hingga masuk ke tengah hutan dan bukit (Foto:Istimewa untuk Batamnews)

Akibat dari kondisi demikian, ia mangatakan warga terpaksa menggunakan cara lama demi mendapatkan sinyal ponsel. Yaitu dengan cara menggantungkan handphone ke dinding atau tempat-tempat yang dapat menangkap jaringan telekomunikasi.

"Kadang kami naik ke bukit untuk cari sinyal telpon dan internet, ada juga yang pergi ke kelong. Tapi sekarang jaringan di atas bukit pun sejak sinyal di kampung mulai hilang, tak bisa lagi cek pulsa dan nelpon, hanya bisa internet saja," ujar wanita yang masih duduk di bangku kuliah ini.

Keinginan mereka agar Desa Mentuda sama dengan desa lainnya di Lingga yang sudah terjangkau oleh jaringan telekomunikasi, tampaknya belum terwujud seutuhnya. Mereka harus kembali menunggu adanya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Lingga agar bisa kembali merasakan akses telekomunikasi sebagaimana mestinya.

"Saya berharap permasalahan ini cepat terselesaikan. Sekali lagi saya mengharapkan pemerintah daerah bisa sesegera mungkin melirik desa kami," harap Sartika.

Ia mengungkapkan, jika pemerintah daerah mampu, warga di Mentuda juga berharap agar mereka disana dapat mengakses internet. Sehingga, mereka tidak tertinggal dalam mendapatkan informasi perkembangan dunia.

"Semoga apa yang saya sampaikan ini, bapak/ibu pejabat yang terhormat bisa mendengarkan keluh kesah masyarakat," pungkasnya.

(ruz)
Komentar Via Facebook :