Pasien Positif Covid-19 di Batam Bertambah Lewat Klaster Pemberdayaan Perempuan

Pasien Positif Covid-19 di Batam Bertambah Lewat Klaster Pemberdayaan Perempuan

Ilustrasi

Batam - Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengumumkan kasus baru pasien positif Covid-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kasus ini diketahui setelah informasi hasil swab test diperoleh dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam, Kamis (16/4/2020).

Dari hasil swab tersebut terkonfirmasi ada penambahan 9 pasien positif dari sehari sebelumnya masih ada 17 kasus. Sehingga sampai saat ini total ada 26 kasus positif Covid-19 di Batam.

Rudi menyebutkan dari total kasus tersebut, pasien 18 merupakan seorang guru, lalu pasien 19, 20 dan 21 merupakan anggota Polri. Sedangkan pasien nomor 22 merupakan seorang perempuan berusia 48 tahun yang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam.

"Pasien ini memilki kontak erat dengan pasien 08 yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya," ujar Rudi dalam siaran persnya.

Saat ini kondisi pasien 22 dalam kondisi baik stabil. Pasien tersebut saat ini sedang dalam proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kemudian pasien nomor 23, merupakan seorang laki-laki berusia 52 tahun berinisial I, Ia merupakan ASN di instansi vertikal kesehatan. Rudi menjelaskan, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dinas ke Jakarta pada pertengahan Maret 2020 lalu. Dan sepulangnya dari Jakarta melakukan aktivitas pekerjaan rutin seperti biasanya di Batam.

"Lalu pada tanggal 3 April dilakukan rapid test, dan hasilnya menunjukkan reaktif, setelah itu ditetapkan sebagai ODP," kata Rudi.

Keesokan harinya, pasien menjalani rapid test ulang dan menunjukkan hasil reaktif. Berdasarkan hasil tersebut, kemudian dilakukan pengambilan swab dan hasilnya diperoleh hari ini, dimana terkonfirmasi positif.

"Saat ini pasien melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya, dan kondisinya sehat dan stabil," kata Rudi.

Selanjutnya pasien 24, merupakan ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam, seorang perempuan berusia 52 tahun dengan inisial TS. Pasien ini diketahui melakukan kontak erat dengan pasien 08 yang sebelumnya telah dikonfirmasi positif Covid-19. Dengan begitu pasien 24 ini masuk klaster pemberdayaan perempuan.

"Kondisinya baik dan stabil, dan saat ini sedang proses rujukan ke ruang isolasi di RSUD Embung Fatimah," ucapnya.

Kemudian pasien 25, merupakan seorang perempuan berusia 56 tahun dengan inisal EM, dan merupakan ASN di Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam juga. Saat ini kondisinya baik dan stabil, dan sedang dilakukan perawatan di ruang isolasi RSBP Batam.

"Pasien ini juga memiliki kontak erat dengan pasien 08, sehingga masuk klaster pemberdayaan perempuan," katanya.

Terakhir pasien nomor 26, merupakan seorang perempuan berinisial LM, usia 37 tahun dan diketahui merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Ia baru kembali ke Batam pada tanggal 20 Januari 2020 lalu, dan pada tanggal 10 April 2020 mulai merasa demam yang disertai batuk dan sesak napas. Kemudian berobat ke salah satu RS Swasta di Batam Centre.

"Pasien dilakukan RDT dan hasilnya reaktif, setelah itu keesokan harinya diambil sampel swabnya, dan hasilnya hari ini keluar, pasien terkonfirmasi positif," katanya.

Saat ini pasien tetap menjalani perawatan di ruang isolasi RS Swasta tersebut. Dan kondisinya terpantau stabil.

(ret)