Total 26 Kasus Positif di Batam, Satu Guru di Batam Center Terpapar Corona

Total 26 Kasus Positif di Batam, Satu Guru di Batam Center Terpapar Corona

Ilustrasi (Foto: iStockphoto)

Batam - Jumlah kasus positif Covid-19 yang tercatat di Batam saat ini 26  kasus. Hari ini 9 kasus terkonfirmasi menyusul keluarnya hasil pemeriksaan sampel dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam, Kamis (15/4/2020).

Kasus transmisi lokal menjadi perhatian saat ini, mengingat beberapa pasien terpapar Covid-19 dari rekan mereka hingga yang satu ruangan.

Kasus transmisi lokal terbaru yakni pasien 18 merupakan seorang perempuan berusia 29 tahun, Ia berprofesi sebagai guru di salah satu kawasan Batam Centre, warga Batam Centre.

"Berdasarkan penanganan medis pertama (Anamnesa), pasien tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota," ujar Wali Kota Batam Rudi dalam siaran persnya.

Namun pada tanggal 20-24 Maret 2020, pasien pernah dirawat di salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di kawasan Batam Centre. Pasien tersebut mengeluhkan demam yang disertai dengan batuk berdarah, ia dirawat kurang lebih satu minggu sebelumnya.

"Yang bersangkutan sempat dirawat dalam satu ruangan dengan pasien 04, yang lebih dulu terkonfirmasi positif karena mengeluhkan penyakit yang sama," katanya.

Lalu pada tanggal 4 April 2020, pasien 18 dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) di salah satu puskesmas dengan hasil reaktif.

Selanjutnya pada tanggal 7 April 2020 dilakukan pemeriksaan sampel swab yang hasilnya diterima hari ini, pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

 

"Untuk kondisinya masih baik dan stabil, sekarang sedang proses persiapan untuk dirawat di ruang isolasi RS rujukan untuk penanganan medis lebih lanjut," jelas Rudi.

Sementara itu tim Pemko Batam sedang melakukan contact tracing (penulusuran kontak) terhadap semua orang yang melakukan kontak erat dengan pasien 18 tersebut.

Pasien 04 sendiri merupakan klaster Charitas, seorang guru di SD Charitas yang sudah meninggal ketika dirawat saat terjangkit Covid-19. Ia juga diduga menjadi sumber transmisi penularan ke anaknya pasien 06 dan rekan sesama guru pasien 14.

(ret)