Sisir COVID-19 di Batam, Pemko Batam: 1.571 ODP dan 1 Orang PDP

Sisir COVID-19 di Batam, Pemko Batam: 1.571 ODP dan 1 Orang PDP

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam Amsakar Achmad.

Batam - Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam sudah mulai melakukan penyisiran selama empat hari belakangan. Penyisiran dilakukan sejak Sabtu (21/3/2020). Ribuan orang dinyatakan terkait dengan kasus COVID-19. Beberapa diantaranya berhubungan langsung dengan pasien positif terjangkit virus corona.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan dari hasil penyisiran diketahui ada 1.571 orang yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP). 

“Sementara itu, ada satu orang yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan,” ujar Amsakar, Senin (23/3/2020). 

Upaya penyisiran ini sudah dilakukan di 12 kecamatan di Batam. Sementara waktu satu orang PDP sudah berobat dan dipulangkan ke rumahnya. 

"Kami yakini belum terkait dengan persoalan ini (Covid-19), tapi terus dipantau," kata Amsakar. 

Dari total 1.571 ODP tersebut, sebanyak 834 itu akan menjalani karantina mandiri (self monitoring). Sementara 737 masuk masuk kategori perlu dicek lebih lanjut dengan cara dikarantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah.

"Kami harap memonitor dirinya sendiri. Mereka ini ada yang gejalanya demam saja, terus ada yang batuk saja tapi suhu badan normal," katanya. 

Selain itu, orang-orang yang menjalani karantina menggunakan fasilitas yang disiapkan pemerintah, pihak kecamatan telah mengantongi identitas mereka untuk memudahkan proses evakuasi ke fasilitas karantina nantinya. 

“Khusus 737 ini, untuk warga yang didata di bagian timur dibawa ke Asrama Haji, wilayah barat ke rusun BP Batam di Tanjunguncang," sebutnya. 

Ia mengimbau agar masyarakat Batam dapat memahami upaya yang dilakukan pemerintah untuk dapat menyisir risiko yang terpapar Covid-19. Agar ketika petugas bekerja di lapangan tidak membuat masyarakat resah. 

"Saya minta rekan camat komunikasikan dengan baik dengan masyarakat supaya tidak panik,” kata dia. 

Dan upaya tersebut membuahkan hasil, jemaat gereja yang melakukan kontak dengan pendeta yang merupakan pasien positif Covid-19 meninggal dunia, telah melaporkan sendiri. 

“Ini artinya kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk mengecek kesehatannya,” kata dia. 

Dari total 1.571 ODP itu sudah termasuk jamaat yang diduga melakukan kontak dengan korban meninggal atau kasus 01 Covid 19 di Batam.

"Tim akan terus bergerak, kalau RT RW semua sasar, saya pikir Sabtu targetkan sudah selesai," kata dia.

Sementara itu, 45 orang jemaat gereja sudah melakukan proses karantina. Dari jumlah tersebut, 20 orang diantaranya sudah mendiami rusun BP Batam Tanjunguncang untuk karantina. Sedangkan sisanya 25 orang menjalani karantina mandiri.

(ret)