Yudi Kurnain: Kita Menolak Pencabutan Subsidi Gas 3 Kilo di Batam

Yudi Kurnain: Kita Menolak Pencabutan Subsidi Gas 3 Kilo di Batam

Yudi Kurnain. (foto: istimewa)

Indrawan

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Wacana Kementerian ESDM untuk mencabut subsidi gas 3 kilo (tabung melon) mendapat penolakan keras dari DPRD Kota Batam. Karena penerapan wacana tersebut tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Batam.

Kementerian ESDM merencanakan mencabut subsidi gas 3 kilo akan diterapkan di tiga daerah yakni Batam, Bali, dan Bangka. Rencananya wacana tersebut akan dilakukan usai lebaran atau dalam waktu dekat ini.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain menentang kebijakan Batam dijadikan pilot project tersebut. "Kita menolak dengan alasan yang kuat. Karena tidak sesuai dengan kondisi ekonomi Batam saat ini," ujar Yudi saat dikonfirmasi Batamnews.co.id, Selasa (18/8/2015).

Sambungnya, Batam mayoritas dihuni pekerja buruh, nelayan dan pedagang menengah ke bawah yang banyak memakai tabung gas subsidi 3 kg.

Saat ini, Batam dalam kondisi darurat tenaga kerja. Setiap bulan ada PHK tenaga kerja, kondisi ini akan memicu ketidastabilan di Batam.

Batam merupakan sebagai lokomotif pertumbuhan nasional yang kondisinya harus kondusif. "Saat ini tidak mungkin wacana tersebut diterapkan di Batam, masyarakat pasti menolak," tutupnya.

(isk)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :