Tempat Observasi Penyakit Menular di Pulau Galang Dilengkapi 460 Kamar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau eks camp Vietnam di Galang, Batam yang akan dijadikan lokasi observasi terduga penderita penyakit menular. (Foto: Margaretha/batamnews)
Batam - Pembangunan tempat observasi di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau akan terdiri dari dua bangunan utama. Masing-masing bangunan memiliki 230 kamar.
Tempat observasi ini memanfaatkan lahan kosong di kawasan eks camp Vietnam. Sampai saat ini prosesnya sudah pada tahap land clearing.
“Jadi untuk tempat observasi, totalnya ada 460 kamar, untuk tahap pertama ini, mudah-mudahan tidak bertambah banyak lagi,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono, Senin (9/3/2020).
Basuki menjelaskan setiap kamar ruang observasi tersebut nantinya akan terdiri dari 8 orang.
Selain ruang observasi, juga ada untuk ruang isolasi, nantinya akan terdiri dari 50 kamar. Dimana 30 kamar merupakan ruangan isolasi non ICU, dan 20 kamar lain merupakan ruangan isolasi ICU.
“Setiap ruang isolasi hanya diisi satu orang,” ucap Basuki.
Sesuai dengan standar kesehatan, ruang isolasi ini dibangun secara terpisah. Basuki menyebutkan akan ada akses terpisah antara dokter dan pasien.
“Dibuat khusus, bisa dokter sebelah kiri, sebelah kanan pasien, jadi tidak ketemu,” kata Basuki.
Pembangunan tempat observasi ini disebutkan Basuki akan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 400 miliar, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk cipta karya.
“Itu lebih baik untuk membangun satu tempat observasi. Daripada dianggarkan untuk masing-masing rumah sakit yang jumlah 130 lebih,” ucap Basuki.

Komentar Via Facebook :