Pasca Ambruk, Komisi III DPRD Kecolongan Proyek Pollux Habibie Masih Jalan

Pasca Ambruk, Komisi III DPRD Kecolongan Proyek Pollux Habibie Masih Jalan

Warga melihat ambruknya tembok proyek Pollux Habibie (Foto: Batamnews)

Batam - Sekretaris Komisi III DPRD Arlon Veristo merasa kecolongan terkait proyek Pollux Habibie di Batam Centre, Batam, Kepri. Proyek tersebut tetap berjalan meskipun diperintahkan setop untuk sementara.

Hal itu menyusulkan jebolnya tembok pembatas antara proyek tersebut dengan perumahan warga Citra Batam. Kejadian itu menimbulkan korban materi dan sejumlah rumah terkena banjir beserta lumpur dan rusak.

Diduga tembok tersebut jebol karena tidak adanya jalur air yang memadai. Tak heran kemudian air menghantam tembok dan menghantam rumah warga.

Sebenarnya, soal dampak banjir kiriman akibat proyek tersebut sudah dirasakan sejumlah warga perumahan. Baik perumahan Citra Batam maupun Livia. Namun keluhan warga itu tak tertampung dan tak diindahkan dengan baik.

Bahkan beberapa warga bahkan membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah rumah mereka rusak akibat dampak pengerjaan proyek yang bersebelahan dengan permukiman warga itu.

Beberapa kendaraan juga rusak parah. Sebelumnya dalam kunjungan ke lokasi proyek, Arlon Veristo bersama anggota DPRD lainnya meminta proyek tersebut disetop untuk sementara. 

Kemudian, pihak Pollux akan diundang rapat dengar pendapat di DPRD Batam. 

Ambruknya tembok pembatas Pollux Habibi dengan warga Citra Batam yang terjadi Rabu (29/1/2020).

"Waduh. Nanti kita cek lagi lah, gawat juga kalau begini," ujarnya kepada batamnews.co.id, Senin (3/2/2020).

Arlon menambahkan, saat ini rencana Rapat Dengar Pendapat yang semestinya dilaksanakan hari ini ditunda.

"Kita tunda Rapat Dengar Pendapat yang semestinya dilaksanakan dan sedang dijadwalkan," ujar Arlon.

Arlon nantinya akan mempertanyakan persoalan Amdal dan kontruksi bangunan Pollux Habibie tersebut. Pasalnya sejumlah pihak meragukan proyek tersebut bermasalah. Termasuk persoalan Amdal.

Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Batam meragukan Amdal proyek tersebut termasuk kontruksi bangunan.

Kepala Dinas Herman Rozy berencana akan memeriksa Amdal serta konstruksi bangunan tersebut nantinya.

 

(jim)