Warga Citra Batam Trauma Proyek Ambruk Pollux Habibie

Warga Citra Batam Trauma Proyek Ambruk Pollux Habibie

Reza, warga Citra Mas Batam Centre (Foto: Jim/Batamnews)

Batam - Warga Perumahan Citra Batam masih trauma dengan kejadian ambruknya pembatas proyek Pollux Habibie dengan kompleks perumahan. Kejadian itu membuat air bah bercampur lumpur menghantam rumah-rumah mereka.

Bahkan beberapa setelah kejadian itu, warga pun mulai didera gangguan pernapasan serta lumpur yang berserakan dan mengering.

Ambruknya tembok pembatasn Pollux Habibie dengan Perumahan Citra Batam itu terjadi saat hujan turun pada Rabu (29/1/2020) sore.

Sebenarnya keluhan mengenai dampak lingkungan akibat proyek Pollux tersebut sudah sangat lama disampaikan warga sejak tahun 2015. Tapi tidak ada tanggapan. Saat hujan turun, warga di sekitar merasakan dampaknya dan waswas.

Reza, seorang warga Citra Batam yang menjadi korban mengaku mulai merasakan gangguan pernafasan akibat debu tanah yang berterbangan .

"Di hari ke empat, kami warga mulai merasakan gangguan pernapasan akibat debu kering yang beterbangan," ujar Reza kepada batamnews.co.id, Sabtu (1/2/2020).

Selain itu sambung Reza, akibat tanah ambruk tersebut ruas jalan di depan rumahnya dipenuhi sisa material lumpur.

"Saya capek juga harus bersihkan lumpur kayak gini," ujar Reza. Ia pun juga memprotes bangunan tembok pembatas yang dianggap sangat berbahaya.

"Bangunannya berbahaya dan jangan jangan bisa ambruk lagi," kata dia.

General Manager Sales dan Marketing Pollux Internasional Habibie Richie Laseduw mengatakan siap bertanggungjawab kejadian yang menimpa warga Citra Batam.

 

(jim)