Sui Hiok Sarankan Pemkab Lingga Tiru Bintan

Sui Hiok Sarankan Pemkab Lingga Tiru Bintan

Wakil Ketua I DPRD Lingga, Aziz Martindaz bersama Anggota Komisi III DPRD Lingga, Sui Hiok dan Anwar saat melakukan studi banding ke Dinkes Bintan, 25-28 Desember 2020 (Foto:ist)

Lingga - Anggota Komisi III DPRD Lingga, Sui Hiok menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, dapat menirukan apa yang telah dilakukan Pemkab Bintan, terutama di bidang kesehatan. Pasalnya, menurut Politisi Partai Demokrat Kabupaten Lingga ini hampir semua permasalahan pelayanan kesehatan di Bintan, benar-benar diperhatikan Pemkab.

"Hasil studi banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, kami mendapatkan pengetahuan yang luar biasa. Dari studi banding tersebut terjawab bahwa Pemkab Bintan menganggarkan anggaran di dua dinas yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dalam hal ini Kesra untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat," kata Sui Hiok kepada Batamnews, Jumat (27/12/2019).

Lanjutnya, anggaran yang dianggarkan tersebut tak lain hanya untuk membantu masyarakat setempat. Bagi masyarakat Bintan yang memiliki KTP Bintan, baik itu terdaftar sebagai peserta BPJS bantuan pemerintah maupun mandiri, bahkan mereka tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, akan tetap mendapatkan bantuan dari Pemkab.

"Jadi bagi masyarakat yang pakai BPJS yang dirujukkan keluar daerah, maka pasien dan 1 orang pendamping pasien dan seluruh biaya yang diluar tanggungan BPJS itu ditanggung Pemkab Bintan melalu Kesra dengan dana bantuan sosial diluar terencana. Kemudian perawat pendamping mendapat bantuan transportasi sebagai pendamping pasien," ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Lingga, Aziz Martindaz bersama Sui Hiok dan Anwar saat menggelar dialog dengan Dinkes Bintan (Foto:ist)

Kemudian lanjut Sui Hiok, bagi mereka yang belum memiliki BPJS, Pemkab Bintan tetap melayani pasien tersebut dengan bantuan Pemkab. Pasien yang kurang mampu tersebut cukup menunjukkan KTP Bintan, maka semua biaya perawatan ditanggung Pemkab. Kemudian melalui Dinas Sosial, mereka baru didaftarkan sebagai peserta BPJS untuk tahun berikutnya.

"Hebat kan Pemkab Bintan? Bagaimana dengan Lingga yang notabennya masyarakat hidup di daerah-daerah terpencil dan pelayanan rumah sakit umum di Lingga serba keterbatasan dan belum maksimal, sehingga banyak pasien dirujuk ke Tanjungpinang, mampukah Pemkab Lingga berbuat serupa Bintan? Sebenarnya semua ini tergantung niat Pemkab Lingga," sebut Sui Hiok.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Kesehatan Bintan, awal-awal program tersebut dijalankan, semuanya tak berjalan mulus. Namun, setelah rencana tersebut disampaikan ke Bupati Bintan, wacana tersebut pun langsung disambut antusias.

"Bupati Bintan merasa bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat. Dengan niat yang mulia dari Bupati Bintan, akhirnya semua berjalan dengan baik. Di akhir konsultasi, saya tanyakan ke Dinas Kesehatan, pada tahun 2019 berapa besar habis anggaran untuk program ini, katanya lebih kurang Rp 2 miliar lebih," sebutnya.

Dengan demikian, ia pun berencana melakukan konsultasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga terkait permasalahan kesehatan tersebut. "Ya kita lihat saja sampai sejauh mana niat Pemkab Lingga melihat penderitaan rakyat kita di pulau-pulau yang mengalami kesulitan pelayanan kesehatan yang seharusnya merupakan tanggung jawab kita bersama," pungkas Sui Hiok.

(ruz)