Diselingkuhi, Perempuan di Probolinggo Nekat Injak Kelamin Suami

Nur Faidah (membelakangi kamera) saat diperiksa di PPA Pores Probolinggo. (Foto: Warta Bromo via kumparan)

Probolinggo - Seorang perempuan di Probolinggo, Jawa Timur nekat menginjak kemaluan suaminya saat cekcok. Suami yang ringan tangan dan punya selingkuhan jadi pemicu pertengkaran hingga berujung peristiwa 'horor' itu.

Dilansir kumparan dari Warta Bromo, Nur Faidah (36), warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, menyebut Syamsul Arifin (35), suaminya ringan tangan itu diungkapkan di hadapan penyidik Polres Probolinggo.

Bahkan, si suami diketahuinya memiliki selingkuhan. Karena itu, ia ingin bercerai dari suaminya.

“Saya sudah enggak kuat dengan sikap dan perilakunya yang seenaknya sendiri. Bahkan setiap bertengkar selalu main pukul. Ya namparnya di wajah ini. Saya ingin cerai dengan dia (Syamsul, red),” ujar Nur Faidah, di ruangan Unit PPA Polres Probolinggo, Sabtu (21/12/2019).

Selama mengarungi bahtera rumah tangga selama 16 tahun dengan Syamsul, ia sering menjadi bulan-bulanan suaminya. Tak jarang pertengkaran terjadi juga karena persoalan ekonomi.

Untuk beberapa waktu tak ada lagi kekerasan yang diterima Faidah. Itu karena Syamsul memutuskan mencari rezeki dengan merantau ke Malaysia. Sehari-hari, kehidupan Faidah sepertinya cukup damai.

Tapi, kepulangan Syamsul dari negeri jiran, hal yang tak diinginkannya kembali terjadi. Percekcokan kerap dihadapi. Kali ini, lebih pada dipicu perselingkuhan Syamsul.

“Dulu sebelum merantau, tengkarnya gara-gara ekonomi. Sekarang setelah merantau, tengkarnya soal selingkuh. Suami saya ketahuan selingkuh 2 kali. Jadi saya ikut membalas selingkuh juga. Tapi sekarang saya menyesal sudah keterlaluan,” tuturnya.

Terkait terjangan dan injakan ke alat vital suaminya, Nur Faidah menyebut tak menyadarinya. Sikap kasar yang dilakukannya itu baru kali pertama dan itupun tanpa dasar kesengajaan. Sebab, saat itu dirinya diselimuti api amarah.

“Saya nggak sengaja. Waktu itu saya marah karena cekcok dengan suami,” ungkap ibu dengan satu anak itu.

Nur Faidah dilaporkan oleh keluarga suaminya, Syamsul Arifin, melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pada Jumat, 13 Desember 2019. Pelaku menginjak kelamin suaminya, hingga pingsan dan dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. 

(*)