Kapolsek Batam Kota Tegaskan Proses Hukum Penganiayaan PRT Tetap Lanjut

Kapolsek Batam Kota Tegaskan Proses Hukum Penganiayaan PRT Tetap Lanjut

Aufa saat melapor ke Mapolsek Batam Kota, Rabu (27/11/2019). (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Beredar kabar bahwa laporan kasus dugaan penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT) asal Palembang, Aufa sudah ditutup dengan pencabutan laporan polisi.

Bahkan kabar tersebut beredar luas setelah ada dugaan bahwa kasus tersebut tidak dilanjutkan walaupun kasus tersebut termasuk ke dalam tindak kriminal.

Namun, saat dikonfirmasi, Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi membantah kabar pemberhentian kasus tersebut.

“Masih kami lanjutkan kok, bagaimanapun tetap diproses,” ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Guchi bahkan mengaku sudah memanggil korban, Aufa untuk dimintai keterangan. Namun Guchi enggan berbicara lebih detail terkait lanjutan kasus tersebut.

“Nanti ya, nanti kita kasih info lagi,” ujarnya singkat sambil menutup sambungan telepon.

Aufa (22) pembantu asal Palembang, Sumatera Selatan, diduga dianiaya oleh majikannya sendiri Ve di Perumahan Duta Mas beberapa waktu lalu.

Baca: Kabur dari Siksaan Majikan di Duta Mas, PRT Ini Nyaris Diperkosa Tukang Ojek

Aufa sempat melaporkan kasus penganiayaan oleh majikannya ke Mapolsek Batam Kota, namun pada Rabu (27/11/2019) dia kembali lagi untuk mencabut laporan.

(ude)