Pasokan Premium Disetop, Warga Sei Beduk Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

Pasokan Premium Disetop, Warga Sei Beduk Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

SPBU Tanjungpiayu yang terkena sanksi Pertamina kini hanya melayani pengisian BBM nonsubsidi. (Foto: Dyah/batamnews)

Batam - Warga Sei Beduk, khususnya Tanjungpiayu dan sekitarnya kini tak bisa lagi menikmati BBM bersubsidi. Pasalnya, pasokan premium bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14 294 737 dihentikan.

Kondisi ini membuat warga harus merogoh kocek lebih dalam karena mereka harus membeli bahan bakar nonsubsidi, ataupun membeli premium di tingkat eceran yang harganya lebih mahal.

Fauzi, warga Bukit Kemuning, Kelurahan Mangsang mengungkapkan selama ini SPBU tersebut menjadi andalan warga di sana untuk mendapatkan premium.

Dia memprediksi, pada akhir tahun nanti, antrean warga mendapatkan BBM akan menggila mengingat hanya dispenser BBM nonsubsidi yang dioperasikan.

"Tahu kan masyarakat Sei Beduk sebanyak apa, dan ini cuma satu-satunya SPBU di sini. Ada premium saja kami masih harus antre, gimana ga ada premium bisa-bisa Pertamax juga panjang antreannya," kata dia, Jumat. 

Sementara Wiwik warga Kaveling Sei Pancur, menyesalkan embargo BBM premium tersebut. Sebagai ibu rumah tangga, premium menjadi solusi untuk berhemat. 

"Ya mau gimana lagi, orang udah ga ada. Terpaksa selama satu bulan ini isi pertalite dulu. Padahal di motor saya pertalite ini lebih boros. Walaupun cuma untuk kerja," ujarnya. 

Baca: Ini Alasan Pertamina Embargo Premium ke SPBU Tanjungpiayu

Menanggapi disetopnya pasokan premium selama satu bulan di Kecamatan Sei Beduk, Unit Manager Comunication Relation & CSR MOR 1 Pertamina, Roby Hervindo tidak menyebutkan alternatif lain untuk SPBU. 

Menurut dia, pasokan Premium dari SPBU 14 294 737  akan dialihkan Pertamina ke SPBU sekitarnya. "Jadi jangan khawatir, kebutuhan masyarakat masih tetap terpenuhi," pungkasnya. 

(das)