Kisruh Kuota BBM Subsidi Pelayaran PT Baruna, Pertamina: Masalahnya Koordinasi

Branch Manager Pertamina Batam, Wiliam Handoko. (Foto: Dyah/Batamnews)

Batam - Pertamina menyebut operator pelayaran PT Baruna kurang koordinasi terkait kuota BBM Subsidi. Sebelumnya Baruna menghentikan operasional armada-armada kapal mereka di pelayaran vital Batam-Tanjungpinang. Hal ini menyebabkan kekhawatiran penumpang.

Branch Manager Pertamina Batam, Wiliam Handoko mengatakan, agen pelayaran mendapat kuota 6.370 KL/per tahun. Jika kuota tersebut diperkirakan habis, menurutnya harus diinfokan ke Pertamina.

"Masalah koordinasi kurang sih ini. Kalau sebulan sebelumnya diperkirakan udah mau habis ya harus diinfokan. Bisa diajukan penambahan kuota," kata Wiliam usai hearing di gedung DPRD Batam, Jumat (6/12/2019)

Menyangkut transportasi umum, menurutnya, Pertamina akan menyalurkan jika kebutuhan melebihi stok yang ditentukan karena berhubungan dengan kepentingan umum.

Kedepannya Wiliam mengaku, dari Pertamina juga akan lebih aktif melakukan pemeriksaan langsung terhadap stok agen pelayaran.

"Miss di Pertamina juga mungkin, sekali-kali kita bisa menanyakan ke mereka juga. Sekarang kita alihkan alokasinya dari yang ada, memperkuat koordinasi dengan agen pelayaran, Pemda dan BPH Migas. Pasti setiap hari kami akan lebih sering ngecek juga," ujarnya.

Armada kapal milik PT Baruna yakni MV Oceanna sempat berhenti beroperasi selama setengah hari akibat kuota BBM mereka sudah habis. Hal ini menyebabkan penumpukan penumpang di Pelabuhan.

Kuota BBM di agen pelayaran diberikan langsung oleh BPH Migas. Sedangkan Pertamina biasanya berkoordinasi mengenai penyaluran BBM subsidi yang berasal dari Terminal BBM (TBBM) Kijang.

(das)