Baby Lobster Asal Jambi Senilai Rp 8 Miliar Gagal Diselundupkan ke Singapura

Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono menunjukkan salah satu jenis baby lobster yang gagal diselundupkan ke Singapura. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun - Upaya penyelundupan anakan lobster (baby lobster) kembali digagalkan di Kepulauan Riau. Kali ini, bayi lobster senilai Rp 8 miliar berhasil ditegah ke luar negeri.

Penyelundupan baby lobster yang digagalkan anggota Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Lanal Tanjungbalai Karimun itu, dibawa dari Provinsi Jambi. Penangkapan dilakukan di perairan Potong sekitar Pulau Moro, Karimun pada Jumat (6/12/2019).

Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono mengatakan bahwa puluhan ribu baby lobster itu dibawa menggunakan speedboat bermesin 40 PK. 

"Speedboat itu berangkat dari Jambi dengan tujuan Singapura," kata Mandri.

Dari hasil pencacahan yang dilakukan, jumlah seluruh baby lobster tersebut sekitar 52.579 ekor yang disimpan dalam 13 kotak gabus.

Selain itu, dua orang juga diamankan, yaitu Ja dan Mu. Mereka merupakan kurir dalam penyelundupan tersebut.

Disebutkan Mandri, baby lobster yang diamankan oleh pihaknya itu terdapat dua jenis, antara lain jenis mutiara dan pasir.

"Baby lobster jenis mutiara 7.940 ekor dan jenis pasir sebanyak 44.639 ekor," katanya.

Aksi penyeludupan tersebut dilakukan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 8.283.850.000. "Harga masing - masing jenis lobster Rp 200 ribu untuk jenis mutiara dan Rp 150 untuk jenis pasir," ucapnya.

Penyelundupan tersebut terbukti melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 56/PERMEN-KP/2016.

Saat ini, speedboat dan muatan baby lobster tersebut telah diamankan di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, untuk baby lobster yang ditangkap tersebut akan diserahkan ke Balai Karantina untuk dilepaskan kembali.

(aha)