Nelayan Karimun Tolak Keras Aktivitas Kapal Isap Timah

Nelayan Karimun Tolak Keras Aktivitas Kapal Isap Timah

Demo nelayan Karimun di DPRD menolak keras aktivitas kapal isap timah. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun - Tiga kapal isap produksi PT Timah dikabarkan telah berlabuh di perairan Leho, Tebing, Karimun. Kehadiran ketiga kapal itu memicu kemarahan nelayan karena merasa terganggu.

Kemarahan para nelayan tersebut berujung unjuk rasa di Kantor DPRD Karimun. Meminta solusi kepada anggota Komisi III, Kamis (5/12/2019).

Para nelayan yang mendatangi kantor DPRD Karimun menuntut untuk memindahkan kapal yang membuat mereka resah dan merasa terganggu saat melaut.

"Kami mau kapal itu dipindahkan hari ini juga, kami mohon bapak wakil rakyat bisa mengatasinya," kata seorang nelayan berbaju merah saat berorasi di depan kantor DPRD.

Bahkan, nelayan yang hadir juga mengatakan bahwa, jika kapal tersebut tidak segera dipindahkan, mereka akan menuntut ganti rugi karena tidak bisa melaut.

"Atau kami akan hitung perharinya, mau apa tidak membayar kerugian kami yang akan kami hitung perhari," ucap nelayan lainnya.

Mereka juga mempertanyakan klaim PT Timah yang mengaku mendapat dukungan dari kelompok nelayan untuk mengoperasikan kapal isap tersebut.

"Nelayan mana yang kasih izin. Coba bawa sini yang menyebut itu," katanya.

Sementara itu, untuk meredam emosi para nelayan tersebut, anggota III kemudian mengajak berdialog. Didapat kesepakatan kalau kapal-kapal tersebut akan dipindahkan dari wilayah tangkap nelayan yang terganggu.

Saat ini, nelayan masih bertahan di kantor DPRD menunggu pihak Timah dan DPRD melakukan koordinasi untuk memindahkan kapal.

(aha)

Berita Terkait