Keindahan Memesona Pantai Bamak di Kepulauan Natuna Siap Manjakan Mata

Keindahan Memesona Pantai Bamak di Kepulauan Natuna Siap Manjakan Mata

Santai di Pantai Bamak membuat pikiran menjadi lebih rilleks (Foto: Riky Rinovsky)

Rhuuzi Wiranata

Berburu lokasi wisata di pulau terdepan Indonesia, tepatnya Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tidak lah membosankan.

Negeri yang dianugerahi hasil lautan cukup melimpah itu, memiliki banyak tempat yang akan memberikan keindahan bagi Anda pencinta traveling. Salah satunya wisata pantai.

Untuk mengisi akhir pekan yang sedang tren saat ini, bisa dilakukan bersama tim kerja. Sambil menikmati panorama alam serta deburan ombak dan pasir putih, Anda juga bisa berkemping bersama-sama.

Seperti yang dilaksanakan Danlanud Raden Sadjad Ranai beserta para perwira dan anggotanya. Mereka mengisi waktu akhir pekan dengan berkemping di Pantai Bamak, Sabtu (14/9/2019).

Di sana, terdapat lahan pantai cukup eksotis dan masih alami. Areal pantai yang cukup luas dihiasi dengan pemandangan bebatuan terhampar dari bibir pantai tentu akan memanjakan mata selama berada di Bamak.

Di lokasi tersebut, para wisatawan bisa memasang tenda untuk bermalam bersama keluarga, teman, dan sahabat.

Wisatawan juga akan merasakan keindahan panoroma alam, dengan berjalan kaki sepajang bibir pantai, tentu menghadirkan sensasi padang pasir, karena putih pasirnya sangat halus.

Selain itu, lokasi ini masih terlihat alami dan belum ada pemukiman warga disekitar Pantai Bamak.

Lokasi ini begitu indah, namun apakah ada pemiliknya? atau negara masih belum memperioritaskan pantai ini sehinga hutan sangat natural dengan semak-semak belukar sekitarnya?

Kenapa pihak pemerintah daerah atau desa setempat tidak mengolahnya menjadi objek ungulan desa seperti dilakukan Desa Cemaga dengan Wisata Batu Kasah yang bisa menghasilkan pendapatan desa?

Untuk mengulas lebih dalam perihal Pantai Bamak, penulis akan bahas pada edisi judul dan edisi berikutnya secara rinci.

Kali ini kita tingalkan dulu topik diatas, penulis fokus mengulik wisata kemping di Pantai Bamak dulu ya Guys!

Pada liburan akhir pekan awal bulan September, penulis ingin berbagi inspirasi dan pengalaman mengasikan semalam berkemping di Pantai Bamak.

Cuaca di kota Ranai sangat cerah namun kabut asap sedikit terpapar menyelimuti awan. Kabut ini terjadi akibat pembakaran lahan gambut.

Sore itu, berapa orang petugas dari pangkalan TNI AU tengah mempersiapkan peralatan kemping untuk dibawa. Selain tenda dan perlengkapan lainnya, ada yang dibawa shuttle bike kit, alat olahraga sepeda air, hasil modifikasi dari Kolonel (Pnb) Fairlyanto S.T., M.A.P, siap diluncurkan ke Pantai Bamak.

Suasana di keheningan malam di Pantai Bamak Natuna (Foto: Riky Rinovsky)

Sepeda laut bermotor mengggunakan kombinasi dua perahu berbahan karet sebagai pelampungnya untuk dapat mengarungi serunya riakan gelombang laut Natuna dan mampu bertahan di lautan selama dua jam.

Pantai ini menghadap langsung ke laut Natuna Utara, sehingga ombaknya landai. Namun pada musim diluar angin Utara ombaknya terbilang tinggi.

Setelah menempuh perjalanan dari Pangkalan Lanud Raden Sadjad, Berjarak 50 km dari kota Ranai (ibu kota Kabupaten Natuna), dan dapat ditempuh berkendara selama 50-60 menit.

Jalan menunju ke Pantai Bamak terlihat ada perubahan jalur masuk. Sebelumnya jalan menapak, kini akses masuk sudah dapat dilalui kendaraan roda 4 sampai ke bibir pantai walau masih jalan tanah.

Namun ada terdapat portal pintu masuk dari kayu pembatas menuju areal pantai.

Usai mendirikan tenda serta mempersiapkan alat keperluan unggun dan tungku pembakar ikan yang telah disediakan Kadisops, letkol Fanny. Matahari pun mulai terbenam dari garis pantai membias ke air laut sebening kristal terpapar mancarkan rona jingga semakin memikat hati.

Kesibukan masing-masing para personel terlihat menyebar, ada yang menyiapkan terpal yang membentang dari atas batu untuk keperluan shalat, ada juga sebagian sedang membakar ikan keperluan makan malam bersama.

Tampak terlihat, kadialog letkol Andri, Kadiapers, Mayor Innuversa, dan unsur perwira staf serta 30 personel muslim ikut menunaikan shalat magrib secara berjamaah dipimpin imam Ustaz H.Bujang Rusman.

Bisa kita bayangkan, nikmat khusuk shalat diatas batu yang lingkari lautan ditemani irama ombak serasa hati terbaut bersatu dengan alam semesta.

Usai shalat berjamaah, acara dianjutkan membacakan Surah Yasin dan kultum disampaikan oleh Komandan Lanud RSA, dilanjutkan menunaikan ibadah shalat Isya berjamaah.

Dalam tausiyahnya Danlanud berbesan, agar selalu bersukur atas nikmat tuhan dihadirkan dalam kehidupan seperti penggalan QS. Al-Baqarah: 152 yang disampaikannya.

"Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku," pesan Danlanud dalam tausiyah menirukan ayat suci tersebut.

Perwira melati tiga merupakan lulusan 1994 Akabri ini mengatakan, pihanya fokuskan kegiatan kemping bernuansa religi untuk menambah tali silaturahmi dan berbincang keakraban atar sesama.

"Apabila kita bermunajat pada Allah maka alam akan bermunajat dengan cara masing-masing. Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan, visi kita selamat dunia dan akhirat," tegas Fairlyanto.

Pada Minggu pagi, Letda Sidik bersama perwira menengah lainya lagi asik mengeksplor keindahan alam. Ada berfoto ria ada juga yang bermain bola pantai sembari menikmati sarapan nasi goreng ala TNI Raden Sadjad.

Sepanjang pagi kamu bisa duduk santai sambil membaca buku dari atas batu, snorkeling di tempat-tempat yang tak jauh dari bibir pantai, atau lebih ke tengah untuk berburu spot diving. 

Menunggu matahari kembali ke peraduan, pantai pun masih jadi tempat paling favorit untuk menghabiskan waktu bersama sang surya.

Rombongan Lanud Ranai saat menjalankan shalat di Pantai Bamak (Foto: Riky Rinovsky)

Kamping di Pinggir Pantai

Sekitar pantai ini banyak sekali terdapat batu-batu karang kecil, dan bebatuan dari aspal jalan menuju Teluk Buton.

Wisatawan yang datang justru banyak yang memanfaatkan batu-batu karang yang terjal sebagai latar berfoto.

Namun ketika air laut sedang surut, dalam batas tertentu Anda bisa bermain air di pinggir pantai sambil hunting foto untuk feed Instagram. Atau Senorkling menangkap ikan-ikan hias yang banyak terjebak di sela-sela karang.

Jangan lupakan sunrise dan sunset yang bisa kamu nikmati di pantai ini.

Berjalanlah terus ke arah kanan. Pertama kita pasti tertarik berhenti di laguna sempit dan dangkal yang punya saluran ke laut seperti gorong-gorong masuknya air ketika laut tengah pasang.

Bentuk lagunanya separuh bintang batu pasir teronggok. Ini spot yang bagus buat berfoto sambil menikmati deburan ombak membawa secangir kopi hangat ala kemping Bamak.

Banyak yang kamu bisa dapatkan dari setiap traveling yang kamu lakukan. Traveling akan memberikan jawaban tentang arti hidup, traveling akan membuatmu tidak dapat berkata-kata.

Traveling juga akan menjadikanmu pendongeng, lalu traveling akan mengajarkanmu untuk mencintai alam seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Hanya membawa pulang kenangan, dan hanya meninggalkan jejak.

Sekarang sudah banyak referensi jika kalian ingin melakukan kegiatan serupa, namun yang paling penting adalah mulai ajak beberapa sahabatmu dan keluarlah dari pintu rumahmu.

Jangan lupa untuk merasa hidup dan bersyukur atas suguhan bentang alam Indonesia ini. 

Satu yang kami percaya kebahagiaan itu tidak selalu ada di puncak gunung, pulau terpencil, atau restoran bintang lima karena dimanapun kita berada, kebahagiaan dapat kita ciptakan sendiri.

Penulis: Riky Rinovsky

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :