TJK Power Siapkan Pembangunan PLTU Tanjung Kasam Fase 2

TJK Power Siapkan Pembangunan PLTU Tanjung Kasam Fase 2

PLTU Tanjung Kasam, Batam. (Foto: istimewa)

Batam - PT TJK Power berencana akan membangun pembangkit listrik fase dua demi menambah pasokan listrik di Batam. Rencana pembangunan tinggal menunggu persetujuan dari Bright PLN Batam, karena lahan yang nantinya akan digunakan untuk fase dua sudah ada.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power Ahmad Baihaqi Basyarah mengatakan dengan penambahan pembangkit listrik tersebut, pihaknya dapat segera melakukan pemeliharaan major bagi dua pembangkit yang saat ini masih beroperasional secara rutin.

Pemeliharaan major ini dapat diartikan seperti proses bongkar mesin, dikarenakan pihaknya perlu melakukan pemeliharaan secara keseluruhan kepada mesin yang telah bekerja sejak tahun 2012. Pemeliharaan major bagi pembangkit seharusnya dilakukan 5 tahun sekali, hal ini demi mendukung keandalan mesin. 

"Untuk hal ini memang kami akui membutuhkan izin dari Bright PLN Batam, tapi hal ini sendiri sudah kami ajukan sejak tahun 2013. Kenapa kami ajukan di tahun 2013, karena setahun pertama kami ada di Batam kami juga sudah melakukan pemeliharaan major," ujarnya usai penyerahan sapi kurban di Punggur, Sabtu (10/08/2019).

Baihaqi menyebutkan, penambahan pembangkit baru ini juga diperlukan untuk mendukung sektor industri di Batam dan Bintan. Dia berharap pembangunan tambahan pembangkit listrik direncanakan dapat diselesaikan dalam dua tahun ke depan.

"Proposal sudah diajukan, dan akan mengirimkannya kembali ke pihak PLN Batam karena Iahannya sudah tersedia dan infrastruktur pendukung sudah siap,” katanya.

Hal itu juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2014 dimana penambahan kapasitas pembangkitan pada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi dilokasi yang sama dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung.

Dengan adanya aturan ini, maka pengembangan PLTU TJK Power fase dua dapat dilakukan di lokasi yang sama dimana lokasi lahan saat ini memang sudah disiapkan untuk empat unit PLTU. 

Dengan adanya mekanisme penunjukan langsung ini maka tidak diperlukan mekanisme tender sehingga TJK memiliki hak untuk pengembangan bisnis fase dua.

“Ini sangat penting melihat banyaknya pembangunan infrastruktur, perumahan, kawasan wisata dan industri serta sejalan dengan upaya kita dalam menarik dan meningkatkan investor asing serta turis mancanegara kepulau Batam dan sekitarnya,” ucap Baihaqi.

Demi upaya itu, pihaknya pun sudah mendukung Bright PLN Batam dengan memundurkan jadwal pemeliharaan major hingga Oktober mendatang yang seharusnya dilakukan pada bulan Juli lalu. 

Pemunduran pemeliharan tersebut dikarenakan kebutuhan masyarakat Kota Batam dan Kabupaten Bintan yang semakin meninggi. Padahal apabila hal ini tidak dilakukan segera, mesin pembangkit akan mengalami kerusakan hingga mati total. Maka untuk perbaikan mesin hingga dapat dioperasionalkan kembali akan memakan waktu 2-3 bulan.

"Mundurnya jadwal ini juga salah satunya karena permintaan dari Bright PLN Batam, tapi kalau tidak dilakukan di tahun ini yang kami takutkan adalah mesin akan mati. Dan hal ini akan semakin memperburuk keadaan kelistrikan di Kota Batam. Untuk pemeliharaan major ini sendiri juga hanya memakan waktu hingga 35 hari. Apa yang kami lakukan saat ini hingga nanti pemeliharaan major hanyalah sebatas pemeliharan minor," katanya lagi.

Baihaqi berharap positif agar saat pemeliharaan minor di bulan Agustus dan pemeliharaan major di Oktober nanti, kondisi pembangkit lain di luar PT TJK yang sedang mengalami gangguan bisa berjalan normal. Sehingga, bisa mengurangi pemadaman pada masyarakat.

"Kami berharap pihak PLN juga harus terbuka kepada masyarakat mengenai pembagian tugas pembangkit yang dikelola swasta, karena kami juga tidak mau kalau nanti ada pemadaman yang dibilang jelek mesin kami. Padahal memang sudah saatnya kami perawatan major. Bagaimana dengan pembangkit yang lain di luar TJK,” ucapnya.

Mesin pembangkit dengan kapasitas 2x55 Mega Watt yang sudah beroperasi sejak tahun 2012 ini merupakan pembangkit yang cukup handal, dimana secara rata-rat berhasil memasok listrik di atas 85 persen (availability factor/AF).

(ude)