Dilema Disdik Lingga Bangun Sekolah Baru di Wilayah Pulau

Kepala Disdik Lingga, Junaidi Adjam (Foto:ist)

Lingga - Minimnya jumlah sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah pulau yang ada di Kabupaten Lingga, seperti halnya di Kecamatan Bakung Serumpun, patut menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Pasalnya, di kecamatan pemekaran itu hanya terdapat satu SMP yang terletak di Desa Rejai. Sementara anak muridnya berasal dari berbagai pulau di sekitar, seperti Desa Baran, Selat Buaya, Mabung, Mamut, dan berbagai desa lainya.

Setiap hari mereka harus menyeberang laut demi sampai ke sekolah. Di musim angin selatan menerpa Kabupaten Lingga, mereka harus berjibaku melawan kencangnya angin dan tingginya ombak demi menuntut ilmu.

Tak jarang, diantara pelajar tersebut timbul rasa ketakutan bahkan sampai menangis ketika angin kencang disertai ombak tinggi sedang terjadi. Terlebih lagi, kapal oleng dan air laut masuk ke dalam perahu pompong yang ditumpangi para pelajar.

Baca: Diterpa Gelombang, Siswi Berjam-jam Menangis untuk Sampai ke Sekolah

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, untuk membangun sekolah baru di wilayah pulau khususnya di sekitaran Kecamatan Bakung Serumpun, perlu kajian yang matang. Mulai dari aspek sekolah pendukung, sarana prasarana, tenaga pengajar serta operasional dan lainnya.

"Kami perlu kajian, karena Disdik tidak ingin tahun ini dibangun tahun depan sudah tidak ada muridnya. Jadi harus ada sekolah pendukung agar penyelenggaraan pendidikan bisa efektif dan efisien," kata dia kepada Batamnews.co.id, baru-baru ini.

Sementara itu, terkait adanya pelajar yang sempat menangis karena tingginya gelombang di saat musim-musim angin tertentu, Junaidi menilai hal tersebut karena faktor alam. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dihindari.

"Jika terkait cuaca, ini jelas faktor alam yang tidak bisa kita hindari dan ini pun iklim yang selalu mengalami musim pancaroba. Tapi untuk daerah Tanjung Kelit dan Baran, sudah disiapkan armadanya termasuk tekong serta biaya operasional dan sudah beroperasi sejak 2018 lalu," ujarnya.

Diketahui, SMPN 2 Senayang yang berada di Desa Rejai, merupakan satu-satunya sekolah menengah yang ada di Kecamatan Bakong Serumpun. Siswa di sekolah ini banyak berasal dari pulau-pulau sekitarnya.

(ruz)