Masih Misteri, Bongkahan Kokain Terdampar di Pantai Filipina

Tujuh bongkahan yang diduga berisi kokain ditemukan mengambang dekat sebuah pantai di Provinsi Quezon, Minggu (07/07). (Foto: Mauban Police/BBC)

Manila - Bongkahan kokain bernilai jutaan dolar di pasar gelap terdampar di kawasan pesisir timur Filipina. Peristiwa ini sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Terkini, ada tujuh bongkahan yang diduga berisi kokain ditemukan mengambang dekat sebuah pantai di Provinsi Quezon, Minggu (7/7/2019). Demikian dilaporkan BBC.

Sebelumnya, 39 bongkahan serupa dengan nilai lebih dari US$4 juta (Rp56,9 miliar) ditemukan oleh nelayan pada Mei lalu.

Kepolisian menyatakan bahwa ada kemungkinan narkoba itu hanyut ketika sedang diselundupkan ke Australia, tempat kokain sangat dicari.

Namun, hingga kini belum ada jawaban pasti mengapa paket narkoba yang dibungkus rapi itu bermunculan di pesisir.

Hari Minggu lalu, ketika suatu keluarga sedang piknik di tepi laut di daerah Mauban, Provinsi Quezon, mereka melihat ada tujuh benda mengapung dekat pantai.

Mereka mengambilnya dan setelah menyadari apa isinya, penjual ikan bernama Ruel Perez segera menghubungi polisi.

Kepala Kepolisian Quezon, Kolonel Ramil Montilla, mengatakan kepada Manila Bulletin, paket-paket itu berisi bubuk putih, yang dibungkus dengan selotip dan menampilkan logo minuman energy.

Isi paket-paket itu sedang diuji, namun menurut Kolonel Montilla, jika terbukti kokain, nilainya jika dijual di pasar gelap berkisar sekitar 35 juta peso (Rp 9,7 miliar).

Jumlah itu terbilang sedikit jika dibandingkan dengan temuan pada Februari lalu. Kala itu, selama sepekan, bongkahan-bongkahan kokain yang ditaksir bernilai 472 juta peso ditemukan di pesisir empat provinsi, Dinagat Islands, Surigao del Norte, Camarines Norte, dan Quezon.

Temuan itu mendorong kepolisian di daerah Caraga, di Provinsi Surigao del Norte, menawarkan warga sekarung beras untuk setiap bongkahan kokain yang diserahkan.

Menurut Badan Statistik Filipina, harga satu kilogram beras setara dengan US$0,68 atau Rp9.600.

Selang tiga bulan kemudian, nelayan menemukan 39 bongkah kokain ketika mereka sedang mencari ikan di perairan Provinsi Sorsogon.

Pada September tahun lalu, kokain seberat 500 kilogram dengan nilai jual US$300 juta (Rp4,2 triliun) ditemukan kepolisian di Kepulauan Solomon.

Diperkirakan temuan terkini merupakan bagian dari penyelundupan narkoba ke Australia, yang dibuang ke laut selagi kelompok penyelundup menghindari kejaran polisi.

"Mereka mungkin membuang narkoba tersebut karena sedang dikejar Angkatan Laut Papua Nugini," kata Albayalde kepada situs CNN Philippines.

"Kemungkinan narkoba itu ditujukan ke Australia karena pasar di sana bagus untuk kokain," imbuh Albayalde sebagaimana dikutip PNA.

(*)