Disnaker Batam: Pesangon Karyawan PT Unisem Bisa Capai Rp 90 Juta Per Orang

Disnaker Batam: Pesangon Karyawan PT Unisem Bisa Capai Rp 90 Juta Per Orang

Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti.

Batam - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam akan memperjuangkan pesangon ribuan karyawan PT Unisem, Mukakuning, Batam yang direncanakan akan menutup operasi. Setidaknya ada 1.127 karyawan yang akan dirumahkan. 

Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti mengatakan, laporan tutupnya perusahaan tersebut sudah disampaikan kepada Disnaker. 

"Laporan mereka sesuai pengumuman yang disampaikan," kata Rudi, Selasa (2/7/2019). 

Pihaknya akan terus mengawasi agar perusahaan memberikan pesangon sesuai ketentuan kepada ribuan karyawan tersebut. 

"Dalam ketentuan tenaga kerja jelas perusahaan harus memberikan pesangon, selain itu juga ada uang tambahan seperti tambahan pengabdian, rumah dan lainnya," kata Rudi. 

Rudi melanjutkan, sampai saat ini Disnaker akan membicarakan persoalan ini dengan pihak perusahaan serta manajeman Industrial Park Mukakuning, Batam. Setelah diketahui alasan perusahaan tutup, selanjutnya akan dilakukan audit. 

Dari audit tersebut diketahui alasan kenapa pihak perusahaan memilih tutup. "Tim audit ini independen, dari pemeriksaan ini bisa diketahui apakah perusahaan tutup memang karena bangkrut atau seperti apa," kata dia. 

Rudi juga melanjutkan, dalam aturan ketenagakerjaan jika memang perusahaan terbukti pailit hasil auditor tersebut maka karyawan akan diberikan pesangon 1N yaitu gaji terakhir dikalikan lama waktu lama kerja per tahun dan dikali 1. 

Baca: Kabar PT Unisem Batam Mau Tutup, FSPMI: Hak Karyawan Jangan Dilupakan

Namun jika tidak terbukti perusahaan harus memberikan pesangon 2N yaitu gaji gaji terakhir dikalikan lama waktu lama kerja per tahun dan dikali 2.

"Jadi rata-rata karyawan disini sudah lama semua ada yang 9 tahun, dengan gaji 5 juta per bulan," kata Rudi. 

Jika dikalkulasikan satu orang karyawan PT Unisem mendapat pesangan sekitar Rp 90 juta. "Itu tergantung kepada lama kerja saja," kata Rudi. 

Rudi mengatakan, hari ini ia bertemu dengan pihak perusahan membicarakan terkait alasan mereka tutup.

"Total karyawan mereka 1.505 diantaranya 1127 orang permanen dan 358 masih kontrak," kata Rudi. 

(tan)
 

Komentar Via Facebook :