Posko Darurat Ditutup, Warga Ruli Baloi Persero Pilih Bertahan di Sekitar Lokasi Kebakaran

Posko Darurat Ditutup, Warga Ruli Baloi Persero Pilih Bertahan di Sekitar Lokasi Kebakaran

Puing dan kepulan asap sisa kebakaran yang menghanguskan Ruli Baloi Persero, dua pekan lalu.

Batam - Setelah 8 hari menjadi tempat berteduh korban kebakaran, posko darurat yang didirikan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam bagi korban kebakaran di Ruli Baloi Persero Bawah akhirnya ditutup. 

Meskipun ditutup, warga yang ingin menyumbang untuk para korban tetap bisa menyalurkan bantuannya. Perangkat RT/RW dan warga setempat telah sepakat untuk mendirikan posko mandiri untuk menampung bantuan dari warga.

"Harusnya lima hari, tapi mereka perpanjang sampai hari ini, kita banyak berterima kasih dengan bantuan Dinsos dan seluruh masyarakat," kata Suparmin, Ketua RT 06 Baloi Persero ketika dihubungi, Senin (1/7/2019).

Sementara untuk tempat tinggal sementara para korban, Suparmin yang juga ketua posko ini mengaku beberapa warga memutuskan untuk mengontrak serta yang lainnya akan dicarikan jalan keluar salah satunya memanfaatkan fasilitas sosial (fasos) yang ada di sekitar lokasi.

Baca: PLN Batam Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Baloi Persero

Sebagian korban, kata Suparmin, memang sudah ada yang memilih tinggal di rumah kos sejak posko belum dibongkar, sambil menunggu hunian mereka kembali dibangun. 

"Beberapa hari sebelumnya, mereka sudah tidak tidur di posko pengungsian lagi, tapi untuk makan mereka masih ambil di sini," ujarnya. 

Korban kebakaran ini sebetulnya sudah ditawari Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk tinggal sementara di Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang. Hanya saja, lokasinya yang jauh membuat warga lebih memilih untuk menyewa rumah di sekitar lokasi kebakaran ini untuk sementara waktu.

"Jauh sekali kalau di sana (Tanjunguncang), sulit pasti buat warga karena mayoritas bekerja dan anak-anak bersekolah di sekitar sini," ucapnya. 

(das)