Masa Darurat Segera Berakhir, Korban Kebakaran Ruli Baloi Permai: Kami Ingin Tetap Tinggal di Sini

Masa Darurat Segera Berakhir, Korban Kebakaran Ruli Baloi Permai: Kami Ingin Tetap Tinggal di Sini

Seorang warga memandang puing sisa kebakaran yang meluluhlantakkan Ruli Baloi Permai.

Batam - Ratusan warga yang menjadi korban kebakaran di Ruli Baloi Permai, Lubuk Baja, Batam masih bertahan di tenda pengungsian. Jelang berakhirnya masa tinggal di pengungsian, warga mulai gusar lantaran harus segera mencari tempat berteduh baru.

Sedikitnya ada 140 jiwa yang kini ditampung di tenda pengungsian. Mereka menghuni tenda itu selama tujuh hari masa darurat.

"Sekarang kami pikirkan, belum tau tinggal di mana, rumah saya habis semua," kata Ramli, seorang petugas sekuriti yang menjadi korban kebakaran.

Semua simpanan tabungannya habis ludes ketika kebakaran terjadi. Tidak ada tersisa, hanya tertinggal saja baju yang melekat tubuhnya. 

Begitu juga dengan warga lainnya, Ismail. Ia hanya bisa mengemasi beberapa puing bekas kebakaran untuk ia jual kembali. "Kalau dibangun lagi, butuh biaya besar," kata pria yang bekerja sebagai tukang bangunan itu. 

Beberapa korban kebakaran dasyat itu sempat menanyakan nasib tempat tinggal mereka kepada Wali Kota Batam HM Rudi ketika mengunjungi lokasi kebakaran. 

Saat itu, Rudi juga tidak bisa berkata banyak. Ia hanya menjelaskan bantuan yang bisa diberikan kepada korban hanya berbentuk "uang saku,". Tetapi Rudi tidak menyebutkan nominal nilai bantuan tersebut. 

Rudi juga menggarisbawahi, sesuai aturan ia lebih memprioritaskan warga yang memiliki rumah berdokumen lengkap. "Kalau pun tidak punya dokumen, tetap ada bantuan tetapi berbeda nilainya," kata dia. 

Sudah lima hari musibah itu terjadi. Masyarakat yang menjadi korban kebakaran hanya pasrah menunggu bantuan. 

Mereka mengharapkan bantuan berupa uang tunai agar bisa mendirikan kembali gubuk kecil di lokasi yang sama setelah posko pengungsian ditiadakan nanti. 

"Setidaknya bisa bikin gubuklah," kata Suparmin Ketua RT 06/RW 02 Baloi Persero Bawah.

Suparmin juga mengatakan, bantuan yang datang dari pemerintah dan masyarakat Batam sudah banyak. "Alhamdulillah, laporan yang kita dapat bantuan terus berdatangan," kata dia. 

Salah satunya baru-baru ini bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kepri berupa selimut, handuk, terpal, peralatan dapur, susu dan lainnya. 

Namun Ketua RT yang biasa disapa Amek ini mengatakan, yang terpenting bagaimana nasib masyarakat kedepan, pasalnya posko didirikan dalam waktu yang terbatas. "Setelah itu kami ke mana," kata Amek. 

Amek berharap ada bantuan datang berupa materi untuk mendirikan gubuk kecil. "Kalau ada gubuk kami bisa berteduh di sana setelah posko ditutup," kata dia. 

Setidaknya untuk mendirikan rumah warga membutuhkan uang Rp 10 juta. "Itu kita gunakan bahan mendirikan gubuk bahan bekas," kata dia. 

(tan)