Kisah Sedih Korban Kebakaran Ruli Baloi Permai

Tak Hanya Kehilangan Harta, Mata Pencaharian Pun Lenyap

Tak Hanya Kehilangan Harta, Mata Pencaharian Pun Lenyap

Seorang warga memandang puing sisa kebakaran yang meluluhlantakkan Ruli Baloi Permai.

Batam - Amukan si jago merah di Ruli Baloi Persero, Lubuk Baja, Batam pada Sabtu (22/6/2019) lalu meninggalkan kepedihan mendalam bagi warga yang menghuni permukiman itu.

Tak hanya kehilangan rumah tempat berteduh bersama harta benda, tak sedikit warga yang juga kehilangan mata pencaharian sebagai gantungan hidup.

Seperti dialami oleh Irma, ibu rumah tangga warga Ruli Baloi Persero. Perempuan itu harus menghentikan aktivitasnya menyambung hidup dengan berjualan gorengan di kawasan Baloi Mas.

"Habis semuanya, tinggal baju di badan Saja. Tak bisa jualan gorengan lagi untuk saat ini, kompor, wajan semua alat-alat habis.  Hanya gerobak yang tersisa, itupun untung malam itu ditinggal di tempat jualan," kata Irma di lokasi pengungsian warga, Senin (24/9/2019). 

Irma, korban kebakaran di Ruli Baloi Permai berada di pengungsian.

Dengan dua anak yang masih sekolah, Irma belum lagi terpikirkan langkah kedepannya dalam mencari penghasilan. Malam itu menjadi malam yang tak terbayangkan bagi Irma, bencana tersebut terjadi di tengah lelapnya tidur. 

"Ada belasan juta yang hilang. Padahal anak dua-duanya sekolah, yang satu umur 15 tahun yang satu umur 8 tahun, bahkan seluruh peralatan sekolah mereka ludes, untung saja ijazah bisa diselamatkan," ucapnya

Hal serupa juga dialami oleh Ruwiyah. Dirinya yang sehari-hari mendapat penghasilan dari berjualan warung sembako kecil-kecilan juga harus menerima kenyataan kehilangan mata pencaharian utamanya. 

"Barang warung dan peralatan rumah tanggalah ludes. Kalau dihitung-hitung kerugian ada mencapai Rp 10 juta. Hanya dokumen yang bisa diselamatkan," paparnya. 

Sedangkan Lukman seorang kepala rumah tangga dan tulang punggung keluarga, harus menelan kenyataan yang lebih pahit lagi. 

Dia yang sehari-harinya berjualan ayam penyet untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, harus menerima kenyataan hanya tenda jualannya yang tersisa. 

"Pas pulang jualan, gerobak, becak motor yang ngangkut wajan, kompor, kursi-kursi, meja dan semua peralatan jualan yang sudah dibawa ke rumah habis terbakar, hanya tabung gas yang bisa diselamatkan," katanya. 

Lukman harus menanggung kerugian hingga puluhan juta, dari peralatan jualannya yang terbakar. Sampai mendapatkan modal kembali untuk berjualan, Lukman terpaksa harus libur berjualan. 

"Terpaksa libur dulu jualan, gerobak sama becak motor sudah hancur semua," tutupnya. 

(das)